Baru 1 Tahun Bebas, Unyil Mencuri Motor Lagi

curanmor polsek cidadap.jpg
Bukti Curanmor/JOKO PAMBUDI/PR

BANDUNG, (PR).- Unit Reskrim Polsek Cidadap, Kota Bandung, menangkap dua anggota sindikat pelaku pencurian sepeda motor (curanmor). Komplotan spesialis motor jenis matic tersebut sudah belasan kali melakukan aksinya di kawasan Bandung dan sekitarnya. Salah satu pelaku bahkan belum lama keluar penjara.

"Dua tersangka ini ditangkap pada dini hari saat akan melakukan pencurian di daerah Ciumbuleuit," ujar Kapolsek Cidadap Jaya Hardianto didampingi Kanit Reskrim Rudhi Gindriansyah, di Mapolsek Cidadap, Selasa 4 Juli 2017.

Dua tersangka curanmor yang ditangkap adalah DS (36) alias Danu dan R (24) alias Alek alias Unyil . Unyil tercatat sebagai residivis yang baru keluar dari penjara pada 2016 silam untuk kasus serupa. Ada pula seorang tersangka lain yang merupakan bagian dari komplotan tersebut masih dalam pengejaran.

Jaya menuturkan, penangkapan ini diawali kecurigaan petugas yang tengah berpatroli di kawasan Ciumbuleuit. Ketika itu, mereka mendapati ada dua orang yang menggunakan satu sepeda motor tanpa pelat nomor. Gerak-gerik mereka mencurigakan karena berhenti dari satu rumah ke rumah lain, seolah tengah memantau situasi.

Petugas kemudian terus membuntuti hingga akhirnya memberhentikan mereka. Saat diperiksa, diketahui bahwa kedua orang tersebut tidak dapat menunjukkan surat-surat kendaraan. Pemeriksaan lebih lanjut kemudian dilakukan di Mapolsek Cidadap.

Dari hasil pemeriksaan, kedua tersangka itu mengaku bahwa saat itu akan melakukan tindak pidana curanmor. Mereka juga sudah berulangkali mencuri sepeda motor di wilayah hukum Polrestabes Bandung.

"Modus operandinya mereka mencari sepeda motor yang diparkir, ditinggalkan pemilik, kemudian merusak kunci dan dibawa lari. Biasanya itu dilakukan pada dini hari," katanya.

Hasil Curanmor dijual ke Garut

Setelah mencuri, sepeda motor tersebut dijual ke wilayah Garut Selatan. Penjualan dilakukan langsung kepada calon pemakai, tidak melewati penadah terlebih dahulu. Salah satu kalangan yang kerap menjadi target penjualan adalah pengemudi ojek. Petugas selanjutnya melakukan penelusuran ke lokasi untuk mengumpulkan barang bukti. "Sebagian sudah digunakan oleh tukang ojek, alhamdulillah mereka mau menyerahkan secara sukarela," katanya.

Sebagai barang bukti, petugas mengamankan 12 sepeda motor hasil curian. Seluruh motor tersebut dalam kondisi rumah kunci yang sudah rusak. Alat kejahatan juga diamankan seperti kunci astag dan sejumlah mata kunci.

Kedua tersangka saat ini masih dalam pemeriksaan lebih lanjut. Mereka dijerat dengan pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman di atas lima tahun.***

Baca Juga