Wahai Wisatawan, Jangan Buang Sampah di Bandung!

Sampah Lebaran/ARMIN ABDUL JABBAR/PR
PETUGAS kebersihan mengangkut tumpukan sampah di Jalan Astana Anyar, Kota Bandung, Rabu 28 Juni 2017. Lebaran tahun ini volume sampah di Kota Bandung mengalamai peningkatan sebesar 21% dibanding hari biasa yang mencapai 1.500 ton per hari, hal tersebut disebabkan tingginya tingkat konsumsi masyarakat juga banyaknya wisatawan yang berlibur.*

BANDUNG, (PR).- Kota Bandung merupakan daerah yang menarik banyak wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Banyaknya wisatawa tersebut, selain mendatangkan pendapatan bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, tetapi menyisakan sedikit permasalahan, seperti sampah. Salah satu tempat yang sering dikunjungi wisatawan adalah Alun-alun Kota Bandung yang sudah menjadi ikonnya Kota Bandung.

Kepala Bagian Humas Kota Bandung Yayan A. Brillyana mengimbau pada wisatawan yang berkunjung ke Alun-alun Bandung agar menjaga kebersihannya. "Saya mengimbau agar sampah bekas makanan atau apapapun agar dibuang ke tempat sampah. Pemkot Bandung sudah menyiapkannya," ujarnya, Rabu 28 Juni 2017.

Yayan mengingatkan, apabila ada yang membuang sampah sembarangan maka telah melanggar Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 11 tahun 2005 tentang Penyelenggaraan Ketertiban, Kebersihan, dan Keindahan (K3). Aturan itu adalah perubahan atas peraturan sebelumnya yaitu Perda Kota Bandung Nomor 3 tahun 2005.

"Tim patroli pengawas kebersihan PDK dan satpol PP tidak segan memberikan denda paksa bagi yang membuang sampah sembarangan," jelasnya

Untuk para pendatang yang membawa kendaraan roda empat, Yayan mengimbau agar membawa tempat sampah di mobilnya sehingga tidak membuang sampah sembarangan atau ke jalan. Ia juga mengimbau agar masyarakat atau wisatawan tidak membeli barang atau makanan di tempat-tempat yang dilarang, karena hal itu melanggar Perda Kota Bandung No. 4/2011 tentang Pembinaan dan Penataan PKL.

"Apabila membeli sesuatu di daerah yang dilarang, pembeli dapat dikenakan sanksi berupa denda satu juta rupiah," jelasnya.

Jangan makan di lapang rumput sintetis

Lebih lanjut Kabag Humas juga menjelaskan agar pengunjung Alun-alun Bandung jangan makan di lapangnya. Tempat untuk makan telah disediakan di pinggir sekitar lapang alun-alun berupa meja.

"Saya sangat meminta kepada pengunjung agar sama-sama menjaga kebersihan Alun-alun yang kita banggakan ini, dengan tidak mengotorinya. Kalau mau makan silakan di pinggirnya karena sudah kita siapkan tempatnya," kata Yayan.

Apa yang disampaikan tersebut senada dengan yang disampaikan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil dalam postingannya diakun Instagramnya yang mengatakan untuk sementara waktu pengunjung dilarang berkegiatan makan dan minum di area lapangan hijau Alun-alun Kota Bandung. Jika ingin makan minum disediakan 15 meja warna merah di area timur.

Kabag Humas juga menjelaskan berdasarkan data yang diperolehnya volume sampah meningkat 21 persen dibanding akhir minggu yang didominasi sampah anorganik terutama di destinasi wisata. "Pemkot Bandung melalui PD Kebersihan telah menyiapkan tim kebersihan yang berjumlah 1.139 orang dan 116 armada yang siaga penuh selama liburan Lebaran," katanya.***

Baca Juga