Rahasia Dibalik Keberhasilan Ridwan Kamil Membangun Bandung

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil/DOK HUMAS PEMKOT BANDUNG

BANDUNG, (PR).- Kemajuan pembangunan Kota Bandung tidak terlepas dari peran para ulama. Nasihat para ulama Kota Bandung ternyata merupakan salah satu rahasia dibalik keberhasilan pembangunan kota.

Hal tersebut diungkapkan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil. "Kami sangat berterima kasih karena keberhasilan dan kemajuan pembangunan kota yang saat ini kita rasakan tidak lain karena nasehat dari para ulama kepada kami," ujarnya saat pertemuan Ulama dan Umaro di Pendopo Kota Bandung, Senin, 19 Juni 2017. 

Dia mengungkapkan, salah satu keberhasilan yang sangat disyukuri adalah diraihnya Piala Adipura oleh Kota Bandung pada tahun 2015. Menurut dia, itu karena para ulama sering memberikan nasehat dan pesan-pesan kebersihan dalam setiap pengajian.

"Inilah mengapa ulama harus selalu bersatu dengan pemimpinnya untuk kepentingan umat," tuturnya.

Dalam pertemuan tersebut, Ridwan Kamil memohon bantuan para ulama untuk menyampaikan nasehat kepada warga Bandung, yakni tentang pentingnya manajemen waktu. Bagi pria lulusan University of California Berkeley itu, disiplin terhadap waktu adalah salah satu cara untuk membawa Bandung menjadi kota juara.

Menurut dia, kurangnya kedisiplinan dalam menghargai waktu adalah salah satu penyebab mengapa orang Indonesia masih kalah dengan negara-negara maju. Ia mengatakan, menghargai waktu juga merupakan bagian dari mengamalkan ajaran Islam.

"Dalam Islam, hanya golongan orang beriman dan beramal shaleh serta saling menasehati dalam kebaikan dan kesabaran itulah yang tidak merugi dari sisi waktu," tutur Ridwan.

Ia mencontohkan negara-negara yang maju karena disiplin waktu telah menjadi budaya bangsanya, seperti Jerman dan Jepang. Di kedua negara tersebut, setiap orang telah sadar bahwa kedisiplinan adalah kunci hidup yang lebih bermanfaat.

Terlebih lagi, tahun 2030 Indonesia akan mendapatkan bonus demografi dimana 70% populasinya berusia muda dan produktif. Jika tidak dibentuk menjadi generasi yang produktif, maka bonus demografi itu tidak akan bermakna positif.

"Saya khawatir negara kita akan menjadi negara besar tapi hanya bisa jadi pengkonsumsi, bukan penginovasi. Untuk itu saya titipkan kepada para ulama untuk menyampaikan pesan ini," tutup Ridwan.

Pertemuan rutin ulama dan umaro (pemimpin) ini dilaksanakan dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1438 H. Turut hadir Wakil Wali Kota Bandung Oded M. Danial, Sekretaris Daerah Kota Bandung Yossi Irianto, dan Ketua MUI Kota Bandung K.H. Miftah Farid.***

Baca Juga

Bantuan Pangan Non Tunai Sudah Berjalan di 10 Kecamatan

BANDUNG, (PR).- Pemerintah Kota Bandung terus memberikan pelayanan bagi kesejahteraan masyarakat. Khusus untuk program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) saat ini telah berjalan di 10 lokasi. 

Pemkot Bandung Hibahkan Rp 12,3 Miliar untuk Panwaslu

PEMERINTAH Kota Bandung secara resmi memberikan hibah kepada Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kota Bandung dalam rangka penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2018.