Puluhan Awak Truk Tangki BBM Pertamina di Padalarang Mogok Kerja

Sopir Tangki Pertamina mogok kerja/DEDEN IMAN/PR
SEJUMLAH sopir truk tangki Pertamina tertidur di sekitar Depo BBM Pertamina Padalarang saat melakukan aksi solidaritas mogok kerja di Jalan Raya Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Senin 19 Juni 2017. Aksi tersebut serentak dilakukan di beberapa wilayah di Indonesia menyusul pemutusan hubungan kerja atau PHK massal ratusan awak mobil truk Pertamina.*

NGAMPRAH, (PR).- Puluhan awak mobil tangki PT Pertamina Patra Niaga melakukan unjuk rasa dan mogok kerja. Mereka mogok kerja di depan Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Senin 19 Juni 2017. Aksi tersebut dilakukan sebagai wujud solidaritas terhadap 414 awak truk tangki yang diputus hubungan kerja (PHK).

"Ini kan salah satu akibat dari PHK sepihak yang dilakukan PT Pertamina Patra Niaga, dari mulai awak mobil tangki di Plumpang, Lampung, Surabaya, Tasikmalaya, dan daerah lainnya, termasuk di Padalarang ini. Total ada 414 orang," kata koordinator aksi, Asep Maulana Idris pada sela aksi unjuk rasa.

Dia menuturkan, aksi mogok kerja tersebut sebetulnya tidak diharapkan oleh para awak truk tangki di TBBM Padalarang. Akan tetapi, mereka terpaksa melakukannya. Soalnya, berbagai upaya negosiasi untuk memperjuangkan nasib ke-414 rekan mereka tidak membuahkan hasil.

"Kami sudah beberapa kali mengupayakan perundingan bipartit, tapi ditolak mentah-mentah oleh manajemen. Kami bahkan sudah melakukan aksi ke kantor Pertamina Patra pusat, tapi mereka tetap bergeming. Mogok ini bukan keinginan kami. Tapi diharapkan dengan melakukan mogok maka terbuka kembali kesempatan bagi kawan-kawan kami," tuturnya.

Asal Padalarang

Dia mengungkapkan, dari total 414 awak truk tangki yang di-PHK, sebanyak dua orang di antaranya merupakan awak mobil tangki asal Padalarang. "Jumlah total awak mobil tangki di sini ada sekitar 150 orang, tapi yang ikut aksi ada sekitar 120 orang. Di Padalarang ini, dua orang rekan kami termasuk yang terkena PHK," tuturnya.

Menurut dia, para awak mobil tangki yang di-PHK tersebut masih berhak bekerja, apalagi mereka sudah memiliki pengalaman. "Mereka di-PHK hanya karena tidak lulus tes. Padahal, mereka ini sudah berpengalaman. Mereka yang di-PHK itu paling sebentar sudah bekerja selama empat tahun. Yang paling lama, bahkan sudah sampai 20 tahun," tuturnya.

Jika tetap tidak mendapat respons, dia menyatakan akan terus menggelar aksi serupa hingga beberapa hari ke depan. Meskipun begitu, dia menjamin tidak ada distribusi BBM yang terkendala, karena sebagian awak mobil tangki masih tetap ada yang bekerja.***

Baca Juga

Libur Lebaran, Volume Sampah di Lembang Melonjak Dua Kali Lipat

NGAMPRAH, (PR).- Selama liburan Lebaran, volume sampah di Lembang, Kabupaten Bandung Barat diperkirakan melonjak hingga dua kali lipat dibandingkan hari biasa. Pasalnya, Lembang menjadi salah satu tempat wisata faforit bagi kebanyakan orang.