Bayi Baru Lahir Dibekap Ibunya Sendiri Hingga Tewas

Tersangka Pembunuh Bayi/DEDEN IMAN/PR
KAPOLRES Cimahi, Rusdy Pramana Suryanagara (kiri) memperlihatkan sejumlah barang bukti berikut tersangka kasus pembuangan bayi di Mapolres Cimahi, Jalan Amir Machmud, Kota Cimahi, Jumat, 16 Juni 2017. Tersangka SY (25) tega membunuh dan membuang anak kandungnya sendiri yang baru dilahirkan karena hamil di luar pernikahan.*

CIMAHI, (PR).- Seorang bayi perempuan yang baru lahir harus meregang nyawa di tangan ibu kandungnya, SY (25). Pegawai hotel tersebut tega membekap bayinya hingga tak bernyawa karena malu bayi hasil hubungan diluar pernikahan dengan pacar diketahui orang.

Temuan bayi berlangsung di selokan belakang hotel tempat SY bekerja di kawasan Jalan Cigugur Girang Kp. Panyairan RT 2 RW 16 Desa Cigugur Girang Kec. Parompong Kab. Bandung Barat. SY melahirkan bayinya pada Selasa, 13 Juni 2017 seorang diri di kamar mandi.

Kasus terungkap setelah Feggi Febrianto (17), salah satu warga setempat mencium bau amis dari selokan tempat dibuangnya bayi tersebut, Kamis 15 Juni 2017. Saat itu, Feggi sedang berbincang dengan saudaranya Ai Hayati (36). Keduanya mencari sumber bau amis tersebut ke arah selokan toilet dan ditemukan sesosok bayi perempuan dalam keadaan telanjang dan sudah tak bernyawa.

"Temuan mayat bayi tersebut langsung diberitahukan kepada Ketua RW dan bersama Ketua RW melapor kepada Polisi. Petugas menindaklanjuti laporan, kurang dari 24 jam kami bisa menemukan pelaku yang merupakan ibu korban," ujar Kapolres Cimahi AKBP Rusdy Pramana Suryanagara didampingi Kasatreskrim Polres Cimahi AKP Niko N. Adi Putra saat ekspos kepada wartawan di Mapolres Cimahi Jalan Jenderal Amir Mahmud Kota Cimahi, Jumat 16 Juni 2017.

Beberapa jam kemudian juga diamankan pacar sang ibu, AK (30), berprofesi sebagai satpam di kompleks villa dekat lokasi hotel.

Seorang saksi melihat SY bolak-balik keluar masuk toilet sambil mengatakan mules. Tak lama kemudian, saat SY berada di dalam toilet, saksi melihat ada darah mengalir dari saluran pembuangan toilet. Namun, saksi tidak merasa curiga dan menyangka bahwa SY sedang datang bulan biasa.

Setelah diamankan, SY mengakui perbuatannya. "Petugas melakukan olah TKP dan membawa jasad bayi untuk diotopsi. Hasil otopsi menyatakan, bayi sempat hidup dam bernafas. Akhirnya meninggal karena kehabisan nafas akibat dibekap tersangka," ungkapnya.

Bayi tersebut dilahirkan dalam usia yang cukup yaitu 40 minggu. Selama itu pula SY menutupi kehamilannya kepada keluarga maupun rekan kerja.

"Motif pelaku menghabisi nyawa bayinya karena malu merasa aib karena hamil akibat hubungan tanpa pernikahan dengan pasangan. Soal apakah bayi dibunuh ada kesepakatan dengan pacar, kami masih dalami hal itu," katanya.

Barang bukti yang diamankan berupa 1 helai kaos warna biru, 1 helai celana jins warna biru, 1 helai celana dalam, 1 helai jaket levis warna hitam, Bra, gayung plastik warna hijau.

Atas perbuatannya, SY dijerat pasal 341 KUHPidana yang berbunyi "Seorang ibu yang dengan sengaja menghilangkan nyawa anak baru lahir karena takut diketahui orang lain". "Ancaman hukumannya pidana penjara selama-lamanya tujuh tahun," katanya.

Kepada petugas, SY mengaku melahirkan bayi sendirian hari Selasa 13 Juni 2017. "Sebelumnya makan obat dan langsung terasa mules sekali. Setelah lahir, saya gunting tali ari-ari-nya. Takut bayi nangis, jadi dipencet hidungnya dan dibekap mulutnya. Setelah diam, baru dibawa ke selokan dan dibuang," ujarnya.

SY mengatakan, dia melahirkan dan membekap anak kandungnya hingga tak bernyawa atas inisiatif sendiri. Bayi tersebut hasil hubungannya dengan AK selama 2,5 tahun dan kerap melakukan perbuatan intim. "Iya sendiri. Soalnya saya malu," katanya.

Sedangkan, pacar pelaku, AK, merasa bingung saat mendapat kabar dari SY bahwa dia mengandung anaknya. "Soalnya saya sudah beristri dan punya anak," ujarnya.

AK mengaku sempat mencetuskan ide untuk menggugurkan kandungan kepada SY. "Sempat nyuruh menggugurkan. Dia lalu beli obat pelancar haid, uangnya dari saya. Sebelum lahir memang sempat menghubungi saya, tapi saat mau lahiran dan sesudahnya enggak ada kabar," tuturnya.***

Baca Juga

BNN Kota Cimahi Mendapati Pelajar Bawa Pil Terlarang

CIMAHI, (PR).- Masyarakat perlu mewaspadai peredaran gelap narkoba dan penyalahgunaan obat terlarang di kalangan pelajar. Lingkungan sekolah menjadi sasaran peredaran narkoba dan penyalahgunaan obat-obatan terlarang.

Polres Cimahi Antisipasi Berita Hoaks pada Pilkada Serentak 2018

CIMAHI, (PR).- Maraknya berita hoax atau berita palsu yang muncul di media sosial perlu diantisipasi selama proses Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2018 di wilayah hukum Polres Cimahi berlangsung. Hal itu perlu diutamakan untuk menjaga keutuhan NKRI.