Tiga PNS Ditangkap, Diduga Pungli di Pasar Lembang

Pasar Panorama Lembang/DEDEN IMAN/PR
PEDAGANG memperlihatkan karcis retribusi di Pasar Panorama Lembang, Desa Lembang, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jumat 7 April 2017. Sejumlah pedagang mempertanyakan penggunaan dana dari hasil retribusi tersebut terutama untuk retribusi sampah yang dinilai tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan.*

NGAMPRAH, (PR).- Tim Saber Pungli Provinsi Jawa Barat menangkap tangan empat oknum pegawai Pemkab Bandung Barat yang melakukan pungli di Pasar Panorama dan Terminal Lembang. Dari empat orang itu, tiga orang merupakan PNS di Dinas Perindustrian dan Perdagangan, sedangkan seorang lagi ialah pegawai harian lepas di Dinas Perhubungan.

Kabid Humas Polda Jabar Yusri Yunus membenarkan penangkapan tersebut, saat dikonfirmasi, Jumat, 19 Mei 2017. Menurut dia, operasi tangkap tangan dilakukan pada Kamis, 18 Mei 2017 lalu. Bersama keempat oknum tersebut, turut diamankan uang senilai Rp 1.212.900 beserta empat bundel dan 60 lembar karcis retribusi.

Dia menyebutkan, ketiga oknum PNS di Disperindag tersebut ialah HF, HR, dan DS. Ketiganya sama-sama bertugas di Unit Pelaksana Tugas Pasar Panorama. Dari tangan ketiganya, diamankan uang Rp 799.900 dan empat bundel sisa karcis berwarna hijau dan kuning.

"Modus operandinya, mereka memungut retribusi kontribusi, keamanan, serta kebersihan yang tidak sesuai dengan nilai yang tertera di karcis. Para pedagang juga tidak semuanya diberikan bukti pembayaran karcis retribusi," katanya.

Adapun PHL Dishub yang ditangkap ialah DI, yang bertugas di Terminal Lembang. Menurut Yusri, DI ditangkap dengan barang bukti uang Rp 413.000, beserta 22 lembar karcis retribusi berwarna hijau dan 38 lembar karcis berwarna ungu.

Seperti ketiga oknum PNS di Disperindag, DI pun melakukan pungli dengan menarik retribusi parkir dan terminal, maupun kepada pedagang pasar dengan nilai yang berbeda dan tanpa memberikan bukti karcis. "Dan mengeluarkan karcis yang sudah kadaluarsa," ujarnya.

Tim Saber Pungli, imbuh dia, juga telah mengundang pihak-pihak terkait dari Disperindag dan Dishub KBB, serta PT Bangunbina Persada selaku pengelola Pasar Panorama untuk dikonfirmasi tentang temuan dugaan pungli tersebut.

Sementara itu, Kepala UPT Pasar Panorama Lembang Ruhandi mengelak penangkapan ketiga PNS tersebut. Menurut dia, ketiganya hanya dimintai klarifikasi mengenai retribusi kepada para pedagang. "Kata saber pungli, ada pengaduan dari masyarakat," ujarnya.

Dibantah petugas Dishub

Kepala Bidang Teknik dan Prasarana Dishub KBB Ahmad Fauzan juga membantah penangkapan pegawai Dishub karena tuduhan pungli. Bantahan itu dia sampaikan setelah menerima laporan secara lisan dari petugas Dishub yang mengkoordinir penarikan retribusi parkir dan terminal di Lembang.

"Enggak ada. Kemarin itu pembinaan di lapangan. Koordinator terminal dan parkir sudah dikonfirmasi, enggak ada yang ditangkap," ujarnya. Meskipun begitu, Fauzan mengakui banyak pedagang pasar yang menggunakan lahan Dishub mengeluhkan penarikan retribusi. Padahal, menurut dia, penarikan retribusi itu sudah sesuai dengan peraturan daerah.

"Ini kan konteksnya karena pasar kebakaran. Jadi ada pedagang yang sebagian menggunakan lahan Dishub, dalam hal ini terminal. Nah, setiap yang menggunakan fasilitas terminal itu sudah ada di perdanya, bahwa yang menggunakan fasilitas penunjanglah ditarik Rp 3.500 berdasarkan perda. Namun, kan banyak juga yang tidak segitu ditariknya," tuturnya.***

Baca Juga

Ruang Kelas SDN Kedokan Terbatas

100-an SD di Bandung Barat Tanpa Kepala Sekolah

NGAMPRAH, (PR).-Kekosongan posisi kepala sekolah tingkat sekolah dasar di Kabupaten Bandung Barat meliputi sekitar 100 sekolah. Meski begitu, kekosongan tak mudah diatasi.