20 Penyandang Disabilitas Netra Bersiap Taklukkan Gunung Manglayang

Disabilitas Netra Berlatih Panjat Dinding/NOVIANTI NURULLIAH/PR
PENYANDANG disabilitas netra yang tergabung di Panti Sosial Bina Netra (PSBN) Wyata Guna sedang berlatih memanjat dinding. Kegiatan ini sebagai persiapan "Ekspedi Netra" ke Gunung Mangalayang sebagai bagian dari Peringatan Hari Disabilitas Internasional pada tanggal 3 Desember 2017.‎*

‎BANDUNG, (PR),- Sebanyak 20 orang penyandang disabilitas netra yang tergabung di Panti Sosial Bina Netra (PSBN) Wyata Guna akan menaklukan Gunung Manglayang lewat kegiatan yang bertajuk "Ekspedi Netra". Kegiatan ini sebagai bagian dari puncak acara Peringatan Hari Disabilitas Internasional pada tanggal 3 Desember 2017.‎

Mereka akan melakukan pendakian bekerja sama dengan Pioneer of Adventure and Rescue Association (PANTERA) Fisip Universitas Padjadjaran‎ sebagai fasilitator.

Humas PSBN Wyata Guna Suhendar menuturkan, tim sudah berlatih sejak awal tahun ini. Awal mulanya, 60 orang yang berminat mendaki gunung yang berada di Kabupaten Bandung dan Sumedang itu. Setelah seleksi, terjaring 20 penyandang disabilitas netra yang layak untuk melakukan pendakian. Usianya mulai dari 20 tahun hingga sekitar 40 tahun.

"Mereka yang ikut serta adalah mereka yang memiliki kesiapan fisik dan mental yang mumpuni. Mendaki bagi kami (yang pemula) cukup riskan. Tapi bagi mereka yang tidak lolos pun masih ikut berlatih dengan kami," kata Suhendar, Jumat, 19 Mei 2017.

Hampir lima bulan peserta berlatih. Kini mereka sudah bisa memanjat tebing seperti panjat dinding di GOR Pajajaran. ‎"Latihan akan kami lanjutkan setelah Lebaran. Selama puasa libur dulu," ucap dia.

Beri kesempatan

Suhendar menuturkan, mereka memilih mendaki gunung pada Peringatan Hari Disabilitas Internasional nanti karena ingin membuktikan keterbatasan bukanlah halangan. Mereka bisa melakukan kegiatan seperti orang awas.‎ Mereka pun telah melakukan perhitungan dan disokong dengan latihan teknis sebelum melaksanakan aksinya.

"Kami juga harus mengenali alam lebih jauh," ucap Suhendar yang nanti ikut serta mendaki Manglayang.

Suhendar mengatakan, PSBN Wyata Guna merupakan sarana pendidikan untuk menggali potensi tuna netra. Sehingga mereka bisa mandiri, tak lagi bergantung orang lain.

Kegiatan ini diharapkan mengubah pradigma berpikir semua pihak. Mereka ingin membuktikan, penyandang disabilitas netra pun bisa. 

"Contohnya, panjat tebing juga kami bisa. Tidak ada hambatan. ‎Artinya pihak pemerintah, swasta semestinya memberikan peluang bagi kami di berbagai sektor. Kami juga mengukur diri. Apa yang bisa kami lakukan dan yang tidak. Tapi setidaknya kami diberikan ruang ekspresi dan peluang," tuturnya.***

Baca Juga

Tol Soroja Dijanjikan Selesai September 2017

BANDUNG, (PR).- Pelaksana proyek Tol Soroja (Soreang-Pasirkoja) menargetkan Tol Soroja bisa beroperasi penuh pada September atau triwulan ketiga tahun ini.