3 Objek Wisata Bandung Barat Ini Mulai Ditinggalkan

OBJEK wisata Curug Malela di Kamp. Manglid, Ds. Cicadas, Kec. Rongga, Bandung Barat meski sudah dua kali menerima BTL namun kondisi jalan menuju objek wisata sebagian masih berupa jalan setapak.*
Curug Malela/RETNO HERIYANTO/PR
OBJEK wisata Curug Malela di Kampung Manglid, Desa Cicadas, Kecamatan Rongga, Bandung Barat *

NGAMPRAH, (PR).- Pariwisata menjadi potensi unggulan di sejumlah daerah. Namun, itu tak berlaku bagi objek wisata Bandung Barat. Kunjungan ke tiga objek wisata yang dikelola Pemerintah Kabupaten Bandung Barat justru menurun sepanjang tahun 2016 lalu.

Ketiga objek wisata yang mengalami penurunan pengunjung itu adalah Situ Ciburuy, Gua Pawon, dan Curug Malela. Penurunan terjadi karena tidak adanya penambahan fasilitas dan perbaikan infrastruktur menuju tempat-tempat wisata tersebut.

Data Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bandung Barat, sepanjang 2016 tercatat sebanyak 15.940 pengunjung. Jumlah itu terdiri atas 7.300 pengunjung Situ Ciburuy, 6.840 pengunjung Gua Pawon, dan 1.800 pengunjung Curug Malela. Sementara tahun 2015, tercatat 16.849 pengunjung, terdiri atas 6.879 pengunjung Situ Ciburuy, 6.970 pengunjung Gua Pawon, dan 3.000 pengunjung Curug Malela.

Demikian dikatakan Kadisparbud Bandung Barat Rakhmat Syafei yang didampingi Kasi Pengembangan Objek Wisata David Oot. Rakhmat mengatakan, selain kenyamanan, memang ada hal lain yang memengaruhi tingkat kunjungan. "Salah satunya yaitu aksesibilitas menuju tempat wisata dan ketersediaan sarana dan prasarana pendukung," ujarnya di Ngamprah, Kamis 18 Mei 2017.

Objek wisata Bandung Barat yang paling dikeluhkan

Di antara ketiga objek wisata yang dikelola Pemkab Bandung Barat, infrastruktur menuju Curug Malela di Kecamatan Rongga paling sering dikeluhkan. Selain berjarak jauh dari ibu kota kabupaten di Ngamprah, objek wisata juga cukup sulit ditempuh lantaran akses jalan yang rusak.

Akibatnya, hingga kini ketiga objek wisata tersebut juga belum banyak berkontribusi terhadap pendapatan daerah. Situ Ciburuy misalnya, hanya menyumbang Rp 28 juta per tahun. Sedangkan Curug Malela dan Gua Pawon masing-masing hanya Rp 5 juta per tahun menyumbang PAD.

Satu-satunya objek wisata yang menyumbang PAD terbesar hingga Rp 200 juta per tahun, yaitu Maribaya Hot Spring and Resort. Itu pun setelah dikerjasamakan dengan pihak ketiga, yakni PT Akurasi Kuat Mega.

Rakhmat mengakui, objek wisata yang dikelola Pemkab masih kalah pamor dibandingkan dengan beberapa objek wisata yang dikelola swasta. Sebut saja Wana Wisata Tangkubanparahu, Farmhouse Susu Lembang, Floating Market, dan The Lodge. Secara keseluruhan, tingkat kunjungan ke semua objek wisata di Bandung Barat sepanjang 2016 sekitar 1,8 juta orang.

Meski demikian, menurut Rakhmat, PAD bukan satu-satunya tolok ukur keberhasilan pengembangan objek wisata. Sebab, sasaran utamanya yaitu pemberdayaan ekonomi masyarakat di sekitar objek wisata tersebut.

"Kalau melihat PAD memang kecil, tapi kami upayakan objek wisata ini memberikan manfaat bagi masyarakat secara langsung di berbagai sektor," katanya. Rakhmat melihat, kerja sama dengan berbagai dinas terkait seperti Dinas Perdagangan dan UMKM kini mutlak dilakukan.***

You voted 'sedih'.

Baca Juga

Antisipasi Kecurangan Pilkada, KPU KBB Diminta Profesional

NGAMPRAH, (PR).-Ketua DPD Golkar Kabupaten Bandung Barat (KBB) Doddy Imron Cholid meminta agar Komisi Pemilihan Umum KBB menjaga profesionalisme dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) KBB 2018. Hal itu untuk mengantisipasi potensi kecurangan dalam penghitungan suara.

Elin Abubakar Siap Bersaing di Pilbup Bandung Barat

NGAMPRAH, (PR).- Elin Abubakar menyatakan siap bersaing di Pilbup Bandung Barat. Ia datang ke Kantor DPC PDIP Kabupaten Bandung Barat di Desa Mekarsari, Kecamatan Ngamprah, Jumat 26 Mei 2017.

Puting Beliung Rusak 11 Rumah di Bandung Barat

NGAMPRAH, (PR).- Angin puting beliung membuat sebelas rumah warga Kampung Palasari, RT 2-3, RW 11, Desa Cirawamekar, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat rusak.