Belasan Tahun Jadi Korban Banjir, Warga Geruduk Pemkab Bandung

Pengungsi Banjir Baleendah/ECEP SUKIRMAN/PR
SEJUMLAH pengungsi sedang bercengkrama dengan pengungsi lainnya di Gedung Inkanas Baleendah, beberapa waktu lalu. Pengungsi yang merupakan warga terdampak banjir Sungai Citarum itu membutuhkan air bersih dan obat-obatan.*

SOREANG, (PR).- Ratusan massa terdampak banjir di wilayah Kabupaten Bandung berunjukrasa di Kantor Pemerintah Kabupaten Bandung, Jumat, 31 Maret 2017. Massa aksi merupakan warga dari dari Kecamatan Dayeuhkolot, Baleendah, dan Bojongsoang yang selama 12 tahun ini kerap menjadi korban terdampak luapan Sungai Citarum.

Dalam aksinya, massa menuntut Pemerintah Kabupaten Bandung mampu menangani persoalan banjir secara serius. Pengendalian tata ruang di wilayah sungai, dianggap menjadi salah satu penyebab banjir semakin parah dari waktu ke waktu. Akibatnya, aliran air sungai menjadi terhambat dan membanjiri kawasan permukiman penduduk.

Berdasarkan pantauan di lapangan, di sela-sela unjukrasa yang dilakukan itu, sebagian massa aksi melakukan aksi teatrikal yang menggambarkan penderitaan warga terdampak banjir yang harus menanggung beban sosial akibat banjir. Dalam teatrikal itu, digambarkan pula pencemaran lingkungan akibat limbah industri yang dibuang pabrik-pabrik saat banjir terjadi. Aksi ini pun menyedot perhatian pengendara yang saat itu melintas di depan gerbang Kantor Pemerintah Kabupaten Bandung. Agar aksi yang dilakukan berlangsung tertib, puluhan personel Polres Bandung dan Satpol PP Kabupaten Bandung berjaga di lokasi aksi massa.

Koordinator aksi Ryan Irawan (31) dalam orasinya mengatakan, banjir yang melanda 3 kecamatan di Bandung Selatan itu sudah terjadi sejak belasan tahun yang lalu. Bahkan, dari waktu ke waktu, lanjut Ryan, banjir yang merendam ribuan rumah warga itu semakin parah. Massa aksi mengaku sudah bosan terus dihantui banjir yang selama ini dianggap belum ada penanganan secara komprehensif.

“Warga terdampak banjir ini sudah belasan tahun merana akibat banjir. Perekonomian masyarakat menjadi lumpuh jika banjir merendam wilayah kami. Bahkan banjir semakin tahun semakin parah. Tentunya ini ada persoalan di tata ruang. Persoalan banjir ini persoalan yang kompleks. Perusakan alam mulai dari hulu hingga hilir Sungai Citarum seolah tidak terkendali,” ungkap Ryan di sela-sela aksinya.***

Baca Juga

Akses Menuju Kota Bandung Lumpuh

SOREANG, (PR).- Akses jalan utama dari Kabupaten Bandung menuju Kota Bandung, kembali lumpuh, Rabu, 22 November 2017. Hal itu menyusul kembali tergenangnya Jalan Raya Banjaran-Dayeuhkolot akibat banjir luapan Sungai Citarum.

Banjir Sempat Putuskan Jalur Soreang-Banjaran

SOREANG, (PR).- Dipicu hujan dengan intensitas tinggi sejak Senin 27 November 2017 hingga Selasa 28 November 2017 pagi, sejumlah wilayah di Bandung selatan kembali diterjang banjir.

Kontes Ternak Domba Garut Lestarikan Budaya

SOREANG, (PR).- Sebagai bagian dari unsur budaya yang dipandang perlu terus dilestarikan, Himpunan Peternak Domba dan Kambing Indonesia (HPDKI) Kabupaten Bandung secar rutin menggelar kontes ternak domba garut.