Penjualan Atribut TNI Diperiksa

Razia Atribut TNI/ARMIN ABDUL JABBAR/PR
TIM Gabungan Garnisun Tetap II Bandung melakukan razia di sejumlah toko penjual atribut militer di Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Rabu, 22 Maret 2017. Kegiatan tersebut digelar sebagai upaya pencegahan distribusi atribut militer yang tidak tepat sasaran.*

BANDUNG, (PR).- Tim gabungan dari Garnisun Tetap II Bandung melakukan razia di sejumlah toko penjualan atribut militer di sekitar Jalan Ahmad Yani Kota Bandung, Rabu 22 Maret 2017 pagi. Langkah itu di antaranya ditempuh untuk mencegah adanya distribusi atribut militer yang tidak tepat sasaran.

"Kami memeriksa tempat penjualan agar distribusi terpantau dengan baik, agar tidak ada penyalahgunaan atribut TNI," ujar Komandan Satuan Gartap II Bandung Supriyanto, ditemui di lokasi.

Sejumlah personel gabungan, termasuk dari Satpol PP Kota Bandung memeriksa satu per satu toko penjualan atribut di kawasan tersebut. Pengelola toko dimintai keterangan berkaitan dengan usaha yang dijalankan, termasuk dari sisi perizinan.

Supriyanto menuturkan, pada dasarnya terdapat dua izin yang harus dipenuhi, yaitu izin usaha dari Pemerintah Kota yang diperiksa oleh Satpol PP. Izin berikutnya dikeluarkan oleh institusi kemiliteran setempat, dalam hal ini Kodim. 
"Untuk saat ini baru langkah awal. Jika ditemukan ada yang tidak berizin akan ditindak, atau diminta untuk melengkapi perizinan," ujarnya.

Dia juga menuturkan, pemeriksaan kali ini juga menyasar dugaan adanya pendistribusian atribut yang tidak tepat sasaran. Di daerah lain, sempat ditemukan adanya perlengkapan jatah TNI yang diperjualbelilkan secara bebas. Padahal, seharusnya didistribusikan untuk lingkungan internal TNI.***

Baca Juga

Kronologi Perampokan Karyawati Bank di Taksi Online

BANDUNG, (PR).- Polisi berhasil mengungkap kasus perampokan yang terjadi di dalam angkutan transportasi berbasis aplikasi atau taksi online dengan korban karyawati sebuah perusahaan.