#KlipingPR 2.912 Rumah di Bandung Terendam Banjir

Banjir melanda Bandung/DOK. PR

20 Maret 1982. Banjir di Bandung adalah cerita klasik. berita yang dimuat di HU Pikiran Rakyat ini adalah buktinya. Akibat hujan lebat dan angin kencang, sedikitnya 2.912 rumah di Kota dan Kabupaten Bandung terendam banjir dan 7.500-an jiwa warga Kecamatan Batununggal terpaksa harus mengungsi.

Sebagai daerah yang paling parah dilanda banjir, ketinggian air di Kecamatan Batununggal mencapai 2 meter. Bahkan, seorang anak berusia 5 tahun bernama Sadikin asal daerah Cibangkong (sekarang menjadi Trans Studio Mall di Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung) hanyut terbawa derasnya air. Namun nyawanya dapat terselamatkan berkat bantuan anggota AMS Kota Bandung.

Saat banjir melanda, Wali Kota Bandung saat itu, Husen Wangsaatmadja disertai Kepala Satpol PP Satya meninjau lokasi di kelurahan Kacapiring, Kebonwaru, dan Maleer. Husen Wangsaatmadja pun langsung menginstruksikan dinas terkait untuk memberi vaksinasi bagi warga serta membagikan garam oralit untuk mencegah berjangkitnya penyakit muntaber.

Sementara itu di beberapa wilayah di Kabupaten Bandung, sedikitnya 1.110 rumah juga terendam banjir. Perumahan penduduk di kampung Parakansaat, Antapani yang kala itu, secara administratif, masih berada di bawah Kabupaten Bandung, dikepung banjir setinggi 1 meter.

Berdasarkan penelusuran, banjir terjadi karena meluapnya Sungai Ciketey dan Cicaheum serta Curug Ece (di sekitar Pasar Kordon, Buahbatu). Sungai dan curug itu memang kerap meluap saat hujan deras. Konon, nama Ece pun disematkan karena Ece merupakan korban meninggal pertama ayang tercatat dalam ingatan masyarakat. Dia meninggal karena terpeleset di curug itu saat sedang memandikan kerbau.

Tidak ada korban jiwa pada banjir yang terjadi tahun 1982 tersebut namun kerugian materi mencapai Rp 7,8 juta atau setara dengan Rp 5,5 miliar saat ini.***

Baca Juga

#KlipingPR Akhir Cerita Oplet Tua di Bandung

12 Agustus 1982. Hari itu menjadi waktu-waktu terakhir bagi keberadaan oplet di Kota Bandung. Oplet yang beroperasi sebagai angkutan penumpang ketika itu dianggap sudah terlalu tua.

#KlipingPR Melacak Jejak Film Indonesia Sebelum PD II

7 Agustus 1985. Di tanggal tersebut Festival Film Indonesia (FFI) berlangsung di Kota Bandung. FFI 1985 yang berlangsung di depan Gedung Sate, Kota Bandung tersebut sangat menggairahkan dunia perfilman Indonesia kala itu.