Pengelola Tahura Djuanda Batasi Kendaraan Masuk

Sepeda di Tahura Ir. H. Djuanda/NOVIANTI NURULLIAH/PR
BALAI Pengelola Taman Hutan Rakyat Ir. H. Djuanda menyediakan sepeda secara gratis di pintu 2, Jumat 17 Februari 2017. Kendaraan yang masuk dari pintu 2 pun dibatasi karena badan jalan mengalami kerusakan.*

BANDUNG, (PR).- Balai Pengelola Taman Hutan Rakyat (Tahura) Ir. H. Djuanda akan membatasi kendaraan yang masuk dari pintu 2 Tahura. Saat ini, jalan yang membentang dari pintu 2 Tahura menuju kantor Balai Pengelola Tahura mulai rusak.

"Kirmir yang berada di pinggir jalan menuju kantor kami sudah mulai rusak bahkan ada yang runtuh. Jadi, solusi sementaranya,  kami batasi jumlah kendaraan yang masuk," kata Kepala Balai Pengelola Tahura Lianda Lubis, Jumat 17 Februari 2017.

Menurut dia, runtuhnya kirmir di jalan menuju kantor Tahura, salah satunya disebabkan labilnya tanah di sana ditambah beban jalan yang tidak seimbang.

Pembatasan kendaraan tersebut, kata dia, berlaku mulai Sabtu 18 Feburari 2017 dan Minggu 19 Februari 2017. Namun Lianda belum menyebutkan pembatasan jumlah kendaraan yang bisa masuk melalui pintu 2 Tahura tersebut.

Menurut dia, dengan kebijakan baru tahura yang memberlakukan car free day setiap Jumat dan Senin, saat ini pun menjadi salah satu upaya mereka dalam mereduksi beban kendaraan yang masuk ke wilayah Tahura.***

Baca Juga

Dongeng Hutan 5

Mengajarkan Toleransi Lewat Dongeng

MELIHAT Adam yang dipilih tuhan menjadi pemimpin bagi makhluk lainnya, Setan pun murka. Ia tidak menerima keputusan itu karena manusia terbuat dari tanah sedangkan Setan dari api.

Tunggakan Uang Sampah Kota Bandung Tinggal Rp 1,47 Miliar

BANDUNG,(PR).- Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memberikan batas waktu pelunasan tagihan Kompensasi Jasa Pelayanan ‎(KJP) Kota Bandung pada TPS Sarimukti hingga awal Agustus 2017 ini. 

Pembangunan Jalur Puncak II Harus Dilanjutkan

BANDUNG,(PR).- Beberapa kecelakaan yang terjadi di jalur pucak belum lama ini, membuat Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendesak Pemerintah Pusat melanjutkan pembangunan jalur Puncak II Bogor-Cianjur.