Kabupaten Bandung Bersih Sampah 2020 Jangan Cuma Slogan!

TPS Liar/USEP USMAN NASRULLOH/PR
SAMPAH menumpuk di tempat pembuangan sementara (TPS) sampah liar di Jalan Terusan Kopo, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, Kamis 16 Februari 2017. Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup jumlah TPS liar di Kabupaten Bandung sebanyak 150 titik. Peringatan Hari Peduli Sampah tentunya bukan hanya sekadar seremonial tetapi sebagai momentum untuk penanganan sampah secara terpadu.*

SOREANG, (PR).- Warga dan pegiat lingkungan di Kabupaten Bandung, mengapresiasi upaya Pemerintah Kabupaten Bandung mewujudkan Kabupaten Bandung Bersih Sampah 2020. Diharapkan, pencanangan yang digulirkan Bupati Bandung Dadang M. Naser itu tidak sebatas seremoni atau hanya isapan jempol belaka.

Menurut seorang pegiat lingkungan Paguyuban Warga Peduli Lingkungan (WPL) Kabupaten Bandung Adi M. Yadi, mereka mendukung upaya yang digulirkan Pemerintah Kabupaten Bandung tersebut. Sebab, permasalahan sampah yang saat ini dihadapi pemerintah, merupakan permasalahan bersama. Dengan demikian, diperlukan dukungan aktif seluruh warga Kabupaten Bandung untuk mewujudkan upaya tersebut.

"Membuang sampah pada tempatnya merupakan upaya sederhana untuk mewujudkan Kabupaten Bandung bersih dari ceceran sampah di sana-sini. Selain itu, masyarakat juga semaksimal mungkin harus mampu menangani sampah agar habis di sumbernya. Jika upaya ini tidak disertai peran aktif masyarakat, saya pesimistis program ini akan terwujud,” ungkap Adi yang juga ketua Pawapeling Kabupaten Bandung saat ditemui, Jumat 17 Februari 2017.

Masih dikatakan Adi, upaya pengurangan sampah di sumbernya dapat dilakukan masyarakat dengan cara memilah dan memilih sampah yang dapat didaur ulang. Melalui pemanfaatan ini, diharapkan volume sampah di Kabupaten Bandung pun dapat terkurangi. Untuk beberapa jenis sampah rumah tangga, beberapa jenis sampahnya dapat dimanfaatkan.

"Jika sampah rumah tangga dikelola sejak lingkungan rumah tangga, maka yang diangkut ke TPA (tempat pembuangan sampah akhir) itu merupakan residu sampah rumah tangga yang memang tidak bisa dimanfaatkan. Dari sisi volumenya pun (sampah yang dibuang ke TPA) pasti akan berkurang. Selain itu, masyarakat pun mempunyai penghasilan lain dari hasil usaha mendaur ulang sampah tersebut. Kami bersedia membantu pemerintah dalam menangani persoalan sampah ini," ujar Adi.

Selain diperlukan penyadaran masyarakat secara masif dalam hal pengelolaan sampah, dukungan regulasi pemerintah pun sangat diperlukan. Pasalnya, hingga saat ini sanksi K3 pun belum bisa diterapkan pemerintah. Di satu sisi, lanjut dia, masih banyaknya warga yang menggunakan kantong kresek pun terus bertambah. Maka, diperlukan adanya regulasi khusus yang mengatur tentang penggunaan kantong kresek misalnya kantong kresek berbayar yang sudah diterapkan beberapa kota/kabupaten di Jawa Barat.

"Sampah plastik yang saat ini semakin banyak jumlahnya. Harus ada regulasi serius untuk mengendalikan sampah plastik ini, misalnya dikeluarkan peraturan daerah tentang penggunaan kantong kresek berbayar," ungkap dia.

Selain itu, menghadirkan teknologi pengelolaan sampah ramah lingkungan pun perlu dilakukan pemerintah. Pasalnya, hingga saat ini pengelolaan sampah baru sebatas dilakukan secara konvensional yakni mengumpulkan dan membuang sampah ke TPA sampah.***

Baca Juga

Tali Asih dari TNI untuk Para Ulama

SOREANG, (PR).- Sebagai wujud apresiasi dan mempererat silaturahmi, Komandan Distrik Militer 0609/Kabupaten Bandung Andre Wira Kurniawan menyerahkan bantuan kepada beberapa ulama kharismatik di wilayah Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandu