Instalasi Bambu Kembali Hiasi Tiga Persimpangan di Bandung

Instalasi Bambu/Faishal Fikri Sriyadi
Instalasi bambu di persimpangan jalan Wastukencana - Braga.*

BANDUNG, (PR).- Lima anyaman bambu berdiri di tengah bundaran di persimpangan Wastukencana – Braga. Bambu-bambu berwarna cokelat muda disusun dua deret, di tengahnya ada satu saf bambu yang diletakkan horizontal. 

Bambu-bambu itu diikat dan membentuk sebuah anyaman. Ada sebuah besi yang menghubungkan kelima anyaman bambu. Dua lampu berdiri di atas besi.

Asep (28) yang sering melewati persimpangan Wastukencana – Braga menyadari keberadaan anyaman bambu dalam bundaran. Ia menyadari ada hiasan bambu sejak dua minggu lalu. “Dulunya mah nggak ada bambu, tamannya aja,” tuturnya, Kamis 12 Januari 2017.

Sebelum peringatan Konferensi Asia Afrika (KAA) yang diselenggarakan di Bandung pada 2015, hiasan bambu sempat dipasang di persimpangan yang sama. Asep merasa ada perbedaan antara hiasan bambu yang sekarang dan anyaman bambu yang dulu. “Dulunya bambunya nggak kayak gitu, tinggi, bentuknya kayak obor. Kalau sekarang mah bambu dijejer-jejerin ya,” ujarnya.

Usup (70) yang sehari-hari berjualan di dekat persimpangan Wastukencana – Braga juga menyadari keberadaan hiasan bambu. “Ini baru satu mingguan, tapi bikinnya mah sudah lama,” tuturnya. Ia menilai bambu-bambu yang dulu sudah hancur dan rapuh sehingga perlu diganti dengan yang baru. 
   
Penggantian hiasan bambu di persimpangan jalan dibenarkan oleh Arief Prasetya, Kepala Dinas Pemakaman dan Pertamanan (Diskamtam) Kota Bandung. Menurutnya, penggantian dilakukan karena hiasan bambu yang lama sudah termakan usia dan instalasinya sudah rusak.

Arief menuturkan sebelum memasang hiasan bambu yang baru, Diskamtam membongkar hiasan bambu yang lama sejak November 2016. “November itu instalasi yang lama kita bereskan, karena sudah membahayakan. Takutnya runtuh,“ ucapnya.

Penggantian hiasan bambu sudah dilakukan sejak Desember 2016. Hiasan bambu yang baru diharapkan mampu bertahan hingga satu atau dua tahun lagi. Pemakaian bambu sebagai hiasan di tengah persimpangan jalan karena tanaman itu dinilai mencirikan kekhasan Jawa Barat. Beberapa alat musik khas Jawa Barat seperti seruling dan angklung dibuat dari bambu.

Diskamtam memasang hiasan bambu di tiga titik persimpangan. Selain di persimpangan Wastukencana – Braga, hiasan bambu juga dipasang di persimpangan jalan Pajajaran – Cicendo dan persimpangan Cicendo – Kebon Kawung.

Menurut Arief hiasan bambu yang dulu mempunyai tema untuk menerima tamu peringatan KAA di Bandung. “Cuma bukan karena sekarang tidak ada tamu jadi kecil, instalasi bambu ini untuk menandakan barang seni khas Jawa Barat di kota Bandung,” ungkapnya. (Wendhi Widyantoro)***

Baca Juga

Ridwan Kamil Bentuk Tim Penasehat Budaya

BANDUNG, (PR).- Wali Kota Bandung Ridwan Kamil membentuk tim penasehat budaya wali kota. Tim tersebut nantinya akan  bertugas untuk memperdalam kajian yang akan mendasari kebijakan-kebijakan yang berpihak pada perkembangan budaya.