Polda Jabar Didesak Usut Habib Rizieq

Dukung Persatuan Bangsa/ARIF HIDAYAH/PR
SEJUMLAH warga melakukan aksi di depan Mabes Polda Jabar dalam Aksi Gabungan Solidaritas Kebangsaan di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Rabu 11 Januari 2017. Dalam aksinya mereka mengimbau kepada aparat penegak hukum untuk proaktif menindak tegas terhadap perilaku yang provokatif untuk menghindari perpecahan kebangsaan.*

BANDUNG, (PR).- Ratusan massa dari sejumlah organisasi kemasyarakatan melakukan aksi damai di Mapolda Jawa Barat, Rabu 11 Januari 2017. Salah satu tuntutan mereka adalah penuntasan kasus dugaan penghinaan terhadap budaya Sunda yang dilakukan oleh Habib Rizieq.

"Kita sudah melaporkan kasus ini ke Polda Jabar tentang dugaan penghinaan terhadap budaya Sunda, tapi sampai sekarang masih belum tuntas. Maka kami menuntut agar Habib Rizieq segera diperiksa," ujar Wakil Ketua Badan Musyawarah Masyarakat Sunda Jawa Barat, Dyna Ahmad.

Seperti diketahui, video ceramah Habib Rizieq di Purwakarta beberapa waktu silam sempat menuai kontroversi. Di dalamnya, dinilai ada bagian yang menghina budaya Sunda. Kata "sampurasun" sebagai salam masyarakat Sunda diplesetkan menjadi "campur racun". Selanjutnya, sejumlah elemen masyarakat membuat laporan di Polda Jawa Barat terkait kasus tersebut. 

Dia berharap, Polda Jawa Barat bisa segera menangani dan memeriksa Habib Rizieq sebagai terlapor. Terlebih karena tokoh Front Pembela Islam tersebut tengah dilaporkan untuk kasus lain, yaitu dugaan penghinaan terhadap Pancasila dalam salah satu ceramahnya di Bandung.

Sementara itu, Ketua Dewan Karatusan Majelis Adat Sunda, Ari Mulila Bagja menuturkan, plesetan kata "sampurasun" bukanlah hal yang sepele. Soalnya, kata tersebut tidak hanya sekadar salam, tapi juga bentuk ungkapan saling mendoakan. Maka tidak jika kemudian kalangan masyarakat Sunda bereaksi saat "sampurasun" diplesetkan menjadi "campur racun".

Lebih lanjut dia menuturkan, pihaknya berharap Polda Jawa Barat tetap melanjutkan pemeriksaan atas kasus tersebut. "Kami belum cabut, dengan begitu kasus masih berjalan," katanya.

Sebagai catatan, Habib Rizieq juga tengah tersangkut perkara lain di Polda Jawa Barat, yaitu dugaan penghinaan terhadap Pancasila. Kasus ini mencuat pada November 2016 silam, ketika Sukmawati Soekarnoputri membuat laporan ke Bareskrim Mabes Polri. Dugaan itu berkaitan dengan beredarnya video Habib Rizieq saat ceramah di Lapang Gasibu Kota Bandung. Kasus ini kemudian dilimpahkan dari Bareskrim Mabes Polri ke Polda Jawa Barat sesuai dengan lokasi kejadian.

Dalam perkembangannya, Polda Jawa Barat sudah memeriksa sedikitnya 10 saksi atas kasus itu. Sementara pemanggilan terhadap Habib Rizieq sudah dilayangkan pada 5 Januari 2017 silam. Hanya saja, dia tidak menghadiri pemanggilan tersebut. Pemanggilan kedua dijadwalkan pada 12 Januari 2017. Jika tetap tidak menghadiri pemanggilan kedua, terbuka kemungkinan dilakukan penjemputan paksa.***

Baca Juga

Habib Rizieq Penuhi Panggilan Polda Jabar

BANDUNG, (PR).- Memenuhi panggilan kedua, tokoh Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mendatangi Polda Jawa Barat, Kamis 12 Januari 2017.