Mulai 13 Januari 2017, Pelanggar tak Perlu Hadir di Sidang Tilang

Tata Cara Sidang Tilang Baru/YEDI SUPRIADI/PR

BANDUNG, (PR).- Pelayanan sidang tilang di Pengadilan Negeri Bandung mulai Jumat, 13 Januari  2017 mengalami perubahan. Pelanggar kini tidak perlu lagi ikut sidang, hanya tinggal melihat besaran denda dan langsung membayar dan mengambil SIM atau STNK di Kejaksaan Negeri Bandung.  

Panitera Muda (Panmud) PN Kelas IA Bandung Iyus Yusuf menyebutkan, sistem penerapan e-tilang itu diselenggarakan menindaklanjuti Peraturan Mahkamah Agung RI (Perma) No 12 tahun 2016 tentang tata cara penyelesaian perkara pelanggaran lalu lintas. 

"Di sana disebutkan jika pelanggar tidak perlu hadir di persidangan," katanya kepada wartawan di ruangannya, Jalan RE Martadinata, Rabu, 11 Januari 2017. 

Dengan demikian, lanjutnya, para pelanggar yang ditilang petugas kepolisian di lapangan hanya tinggal melihat berapa besaran denda, kemudian membayarnya di kejaksaan dan mengambil barang bukti yang dijadikan jaminan, baik itu SIM atau STNK. 

Jadi dengan adanya sistem ini, lanjutnya, selain mempermudah masyarakat dalam mengambil tilang, juga memangkas birokrasi. Jika dibandingkan dulu, pelanggar harus mengikuti sidang untuk mengetahui besaran denda kemudian membayar di kejaksaan baru jaminan Sim atau STNK bisa diambil.

"Ini juga sesuai dengan instruksi presiden, di antaranya berantas pungutan liar (Pungli)," ujarnya.

Iyus menyebutkan, program ini sudah diujicoba pada Jumat pekan lalu, dan telah dilakukan evaluasi. Jumat depan program ini sudah mulai berjalan dan digulirkan. 

Untuk tekhnisnya, Iyus menambahkan, dengan adanya sistem ini pengadilan setiap Selasa sudah menerima berkas, kemudian diregister penunjukan hakim, dan Jumat itu jumlah denda yang harus dibayar sudah keluar. 

Pelanggar yang ingin mengetahui jumlah denda bisa dilihat langsung di Web PN Bandung, yakni di www.pnbandung.go.id, atau www.kejaribandung.go.id, atau bisa dilihat secara manual di papan pengumaman yang setiap Jumat ditempelkan di PN Bandung. 

Di satu sisi mempercepat pelayanan kepada masyarakat, di sisi lain bagi pengadilan sistem ini sangat simpel. Pelanggar hanya tinggal mencocokan nomor seri dalam surat tilang, kemudian membayarnya, dan mengambil jaminan tilang.***

Baca Juga

Nekat, PKL Alun-alun Terancam Denda Rp 250.000

BANDUNG, (PR).- Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung menangkap tangan lima pedagang kaki lima (PKL) yang nekat berjualan di kawasan Alun-alun, Selasa, 7 Juli 2017 siang.

Polisi Selidiki Pendaftaran Teroris Online

BANDUNG, (PR).- Polisi masih mendalami dugaan pendaftaran teroris melalui akun media sosial. Akun tersebut mencantumkan alamat di Kabupaten Subang Jawa Barat.