Kerusakan Jembatan Cisomang Hambat Perekonomian Bandung Barat

Perbaikan Jembatan Cisomang/DEDEN IMAN/PR
ALAT berat mulai dipasang di proyek perbaikan pergeseran pilar 2 (P2) Jembatan Cisomang di Km 100+700 jalan tol Cipularang, Kabupaten Purwakarta, Senin 9 Januari 2017. Perbaikan Jembatan Cisomang memasuki proses pemasangan tiang pancang kerangka baja untuk menghentikan pergeseran pilar-pilar penyangga jembatan.*

NGAMPRAH, (PR).- Pengalihan arus lalu lintas akibat perbaikan Jembatan Cisomang di ruas Jalan Tol Purbaleunyi ke jalan utama Purwakarta-Padalarang dinilai menghambat laju perekonomian, terutama di wilayah Kabupaten Bandung Barat. Akibat meningkatnya volume di Jalan Purwakarta-Padalarang, waktu tempuh menjadi lebih lambat.

Hal itu diungkapkan Direktur Pusat Kajian Politik Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Bandugn Barat, Holid Nurdjamil, Rabu 11 Januari 2017. Menurut dia, dampak dari pengalihan arus kendaraan ke Jalan Purwakarta-Padalarang karena kerusakan Jembatan Cisomang di antaranya dirasakan para sopir angkutan desa dengan trayek Cipeundeuy-Padalarang.

"Akibat sering terjadi kemacetan, ritasi angkutan dari yang biasanya 4 rit sekarang menjadi 2 rit. Tentu, itu berdampak pada berkurangnya pendapatan mereka," ujarnya.

Dia menuturkan, kemacetan yang kerap terjadi di Jalan Purwakarta-Padalarang menyebabkan waktu tempuh kendaraan menjadi lebih lama. Biasanya, menurut dia, jarak dari Cikalongwetan-Padalarang bisa ditempuh dalam 30 menit-45 menit, tetapi sekarang bisa sampai 2 jam.

Dengan kondisi itu, Holid mendorong pemerintah daerah, Jasa Marga, dan Perhutani untuk segera mempercepat pembangunan simpang susun (interchange) Warung Domba Cikalongwetan. Ia menilai, simpang susun tersebut bisa meminimalisasi tingkat kemacetan jika terjadi hal yang sama di kemudian hari. "Secara ekonomi juga akan mempercepat proses distribusi barang dan juga akan mempercepat pembangunan wilayah Cipeundeuy dan Cikalong termasuk untuk pengembangan industri," katanya.

Sementara itu, Kepala Seksi Managemen dan Rekayasa Lalu Lintas pada Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung Barat, Fauzan mengakui, volume kendaraan besar jadi meningkat setelah diberlakukannya pengalihan arus kendaraan. Kendaraan besar khususnya truk yang biasanya hanya 100 kendaraan/hari, saat ini meningkat menjadi rata-rata 500 kendaraan/hari.

"Pantauan liburan kemarin kendaraan truk yang melintas bisa sampai 1.000 kendaraan, dari yang biasanya hanya 5 truk setiap jamnya atau 100 kendaraan per harinya. Saat ini meningkat drastis," ujar Fauzan.

Dikatakan Fauzan, kendaraan besar yang melintasi jalan Padalarang-Purwakarta tersebut, berasal dari pintu tol Sadang, Jatiluhur dan Cikamuning. Untuk mengantisipasi penumpukan kendaraan di jalan Padalarang-Purwakarta, mereka pun membuka Jalan Panaris yang tadinya satu arah menjadi dua arah. 

"Jadi truk dan kendaraan besar lainnya yang melintasi jalan Padalarang Purwakarta ini berasal dari Tol Cikamuning dari arah Bandung yang akan menuju Jakarta, sementara dari arah Purwakarta menuju Padalarang itu berasal dari Pintu Tol Sadang dan Jatiluhur," katanya.***

Baca Juga

69 Bangunan Dibongkar untuk Proyek Kereta Cepat

NGAMPRAH, (PR).- Sebanyak 69 bangunan di atas lahan PT Kereta Api di Desa Gadobangkong, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat dibongkar, Kamis 4 Mei 2017. Pembongkaran tersebut sebagai bagian dari proses pembangunan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.