Tak Ada Anggaran BBM, Truk Sampah Berhenti Beroperasi

Ilustrasi Kekumuhan di Kabupaten Bandung Barat/DEDEN IMAN/PR

NGAMPRAH, (PR).- Lantaran tak ada anggaran buat membeli bahan bakar minyak untuk kendaraan, pengangkutan sampah di Kabupaten Bandung Barat terhenti sementara pada Senin 9 Januari 2017. Akibatnya, tumpukan sampah di berbagai tempat penampungan sampah yang resmi dan liar kian menggunung.

Berdasarkan pantauan, tumpukan sampah itu di antaranya terdapat di pinggir Jalan Cihanjuang, Jalan Maribaya, dan Jalan Gedonglima. Sampah-sampah tersebut biasanya diangkut dan dibuang ke Sarimukti, namun kemarin sampahnya tampak masih dibiarkan. Kondisi itu pun membuat daerah di sekitarnya jadi terkesan kumuh.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Kebersihan KBB Apit Akhmad Hanafi membenarkan bahwa pengangkutan sampah sempat terhenti, karena BBM untuk kendaraan operasional tidak tersedia. "Memang sempat terhenti, tapi siang ini juga sudah mulai kami angkut lagi sampahnya, karena sudah ada buat bahan bakarnya," kata Apit, saat dikonfirmasi Senin 9 Januari 2017.

Menurut dia, anggaran buat pengangkutan sampah biasanya baru tersedia pada Februari atau Maret, jadi biaya operasional untuk Januari selalu menggunakan dana talangan. "Saya kira di kabupaten/kota lain juga sama, cuma mungkin teknisnya yang berbeda. Kenapa bisa seperti ini, karena memang anggaran untuk tahun berjalan itu selalu mundur. Jadi enggak bisa teng pas Januari keluar, karena ada prosedurnya," katanya.

Oleh karena itu, lanjut dia, setiap tahun UPT Kebersihan selalu mencari dana talangan buat biaya operasional pengangkutan sampah bulan Januari. Akan tetapi, kali ini pihaknya kesulitan mencari dana talangan tersebut. "Beda dengan biaya operasional untuk servis dan ganti oli, kami punya bengkel langganan yang bisa dihutang dulu. Kalau buat BBM kan harus kontan," ujarnya.

Apit menjelaskan, dalam sehari kebutuhan BBM untuk 38 truk yang digunakan ialah sekitar Rp 12 juta. Selain itu, diperlukan pula BBM untuk operasional 14 motor pengangkut sampah sekitar Rp 500 ribu dan BBM untuk 3 mobil pickup penyisir sampah liar sekitar Rp 1 juta. Setiap hari kendaraan-kendaraan tersebut rata-rata mengangkut 160 ton sampah dari berbagai daerah.

Di samping biaya operasional pengangkutan sampah, Apit juga mengakui bahwa honor para petugas kebersihan nonpegawai negeri sipil biasa mengalami keterlambatan pembayaran setiap awal tahun. Walaupun dihitung per hari, pembayaran petugas kebersihan dilakukan setiap bulan. Menurut Apit, petugas kebersihan non-PNS di UPT Kebersihan berjumlah 197 orang.

"Gaji mereka untuk tahun ini ada kenaikan Rp 500 ribu, jadi Rp 1,65 juta per bulan. Memang pembayaran gaji untuk Januari selalu ada keterlambatan, tapi mereka sudah bisa mengerti. Waktu awal Bandung Barat berdiri, kami bahkan sempat didemo karena pembayarannya terlambat sampai delapan bulan. Namun, kami berupaya memperbaiki sistem, jadi pembayarannya sudah semakin baik. Tahun lalu gaji mereka sudah bisa dibayarkan pada 31 Januari," katanya.

Dari informasi yang dihimpun, persoalan anggaran di UPT Kebersihan itu tak terlepas dari adanya perubahan susunan organisasi dan tata kerja (SOTK) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat. UPT Kebersihan yang sebelumnya berada di bawah Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang kini berubah jadi bagian dari Dinas Lingkungan Hidup.

Walaupun nama dinas/badan di SOTK yang baru sudah ditetapkan, urusan-urusan di beberapa dinas/badan masih belum jelas. Pelaksana tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup KBB Apung Hadiat Purwoko membenarkan bahwa UPT Kebersihan kini berada di bawah naungan Dinas Lingkungan Hidup.

"Iya, masuk di dinas kami. Soal anggaran operasional kebersihan, pada prinsipnya memang dananya belum turun, tapi sudah bisa dicarikan solusinya dengan menggunakan dana talangan dari pihak ketiga. Jadi, pengangkutan sampah sudah bisa berjalan lagi, walaupun pencairan anggaran di kebersihan kemungkinan baru bisa dilakukan pada akhir Februari," kata Apung.***

Baca Juga

Habis World Cleanup Day, Terbitlah Tumpukan Sampah

NGAMPRAH, (PR).- Antusiasme warga dalam mengikuti gotong royong membersihkan sampah pada peringatan World Cleanup Day, Sabtu, 15 September 2018, tidak mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Bandung Barat.

Delapan Seismograf di Jabar dalam Kondisi Baik

NGAMPRAH, (PR).- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung memastikan bahwa seismograf atau alat untuk mengukur dan mencatat gempa bumi yang dipasang di Jawa Barat masih dalam kondisi baik.