KPU Bandung Barat Usulkan Anggaran Pilbup 1 Putaran Rp 80 M

Jelaskan Tahapan Pilbup/CECEP WIJAYA
KETUA Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bandung Barat Iing Nurdin (kiri) didampingi sekretarisnya, Asep, menjelaskan tahapan Pilbup 2018 di Kantor KPU Kabupaten Bandung Barat, Jalan Raya Purwakarta, Tagogapu, Padalarang, Senin 9 Januari 2017.*

NGAMPRAH, (PR).- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bandung Barat mengajukan anggaran untuk penyelenggaraan pemilihan kepala daerah pada 2018 sebesar Rp 80 miliar. Usulan anggaran tersebut naik dua kali lipat dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Ketua KPU Kabupaten Bandung Barat Iing Nurdin mengatakan, besarnya usulan anggaran Pemilihan Bupati Bandung Barat 2018 disebabkan banyaknya kebutuhan yang harus didanai KPU. Di antaranya, alat peraga kampanye (APK) serta honorarium petugas, mulai dari tingkat kecamatan, desa, hingga tempat pemungutan suara.

"Berbeda dengan Pilbup periode sebelumnya di mana alat peraga kampanye dibiayai oleh pasangan calon. Sekarang sesuai dengan aturan baru, APK dibiayai KPU. Namun, pasangan calon juga diperbolehkan menyediakan alat peraga kampanye sendiri," katanya.

Dia menyebutkan, kebutuhan APK yang mencakup leaflet, brosur, poster, dan baliho akan dicetak sebanyak 550.000 unit, sesuai dengan jumlah keluarga di Bandung Barat. Sementara honorarium dibutuhkan untuk personel, mulai dari panitia pemilihan kecamatan (PPK), panitia pemungutan suara (PPS), dan komisi penyelenggara pemungutan suara (PPS) ditambah petugas keamanan yang mencapai sekitar 30.000 orang. 

Iing mengatakan, kebutuhan anggaran penyelenggaraan Pilbup KBB 2018 tersebut untuk satu putaran. Jumlahnya pun, menurut dia, kemungkinan bisa bertambah. "Sebab, kami belum tahu apakah jumlah itu juga termasuk untuk panitia pengawas atau hanya untuk KPU. Kami sedang menunggu peraturannya dari KPU," ujarnya.

Usulan anggaran tersebut, menurut Iing sudah diajukan sejak 2016 berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Pemilihan BUpati KBB Tahun 2018. KPU KBB meminta agar pemerintah daerah mengalokasikan usulan anggaran tersebut sebagai dana cadangan hingga menjelang digelarnya Pilbup pada 2018 nanti.

Sementara itu, dia mengungkapkan, Pilbup Kabupaten Bandung Barat dijadwalkan akan digelar pada Juni 2018. Namun, KPU Bandung Barat masih menunggu Peraturan KPU mengenai kepastian tanggal pelaksanaan pilbup tersebut. “Sebab, bulan itu bertepatan dengan Lebaran, sehingga ada kemungkinan pilbup digelar sebelum atau sesudah Lebaran," katanya.

Sesuai dengan ketentuan, lanjut dia, tahapan Pilbup akan dimulai sekitar Oktober 2017, delapan bulan sebelum pemungutan suara pada Juni 2018. Tahapan akan dimulai dengan pembentukan PPK, PPS, dan KPPS. "Sementara pendaftaran pasangan calon diperkiraan akan dibuka sekitar Desember 2017 atau Januari 2018," ujar Iing. 

Sementara itu, meski masih setahun menjelang Pilbup Kabupaten Bandung Barat, beberapa nama sudah mulai muncul ke permukaan yang digadang-gadang akan maju menjadi bakal calon kepala daerah. Mereka di antaranya, Ketua Komite Olah Raga Nasional Indonesia Kabupaten Bandung Barat Elin Suharliah Abubakar, Wakil Bupati Bandung Barat Yayat T Soemitra, Ketua DPRD Bandung Barat Aa Umbara Sutisna, dan KEtua DPD Golkar Bandung Barat Doddy Imron Cholid.***

Baca Juga

Kearifan Lokal Dapat Dorong Kemajuan Daerah

NGAMPRAH, (PR).- Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bandung Barat Doddy Imron Cholid mengungkapkan, kearifan lokal perlu dipertahankan untuk membentuk karakter masyarakat yang berbudaya.

Kerusakan Jembatan Cisomang Hambat Perekonomian Bandung Barat

NGAMPRAH, (PR).- Pengalihan arus lalu lintas akibat perbaikan Jembatan Cisomang di ruas Jalan Tol Purbaleunyi ke jalan utama Purwakarta-Padalarang dinilai menghambat laju perekonomian, terutama di wilayah Kabupaten Bandung Barat.

SEJUMLAH pemulung mencari sampah bernilai jual didekat alat berat yang mengeruk tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (3/1).

Pembuangan Sampah ke TPA Sarimukti Kembali Tersendat

NGAMPRAH, (PR).- Antrean truk pengangkut sampah menuju tempat pembuangan akhir (TPA) sampah Sarimukti di Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, kembali terjadi. Hal ini disebabkan hujan yang terus mengguyur sejak sepekan terakhir yang mengakibatkan jalan menuju TPA becek dan licin.