Memantik Kreativitas Kota Kreatif

Bandung Light Festival 2016/DEDEN IMAN/PR

BANDUNG (PR).- Setahun sudah Kota Bandung dinobatkan sebagai bagian dari Jaringan Kota Kreatif UNESCO. Bandung dinobatkan sebagai Kota Desain. Sebelumnya Pekalongan telah lebih dulu menyabet penghargaan sebagai Kota Kerajinan Tangan dan Kesenian Rakyat.

Penghargaan yang amat luhur tersebut di satu sisi menjadi tantangan tersendiri bagi Kota Bandung. Selain harus membuktikan kualitas karya, Kota Bandung pun harus membuktikan bahwa kotanya memiliki iklim kreatif yang kental dan berkelanjutan. Bukan hanya para pegiat desain, seniman-seniman lain pun turut harus berkarya.

Menurut Galih Sedayu, pemilik Air Foto Network (AFN) dan anggota Bandung Creative City Forum (BCCF), budaya berjejaring merupakan salah satu poin penting untuk menimbulkan iklim kreatif. Menurutnya, golongan muda yang mencapai 70% dari populasi Kota Bandung merupakan asset besar, namun jika tiap orang berkarya tanpa berjejaring, amat disayangkan.

"Anak muda Bandung punya budaya nongkrong, yang menghasilkan sesuatu yang positif. Didukung pula oleh banyaknya ruang publik. Itu mendukung budaya kreatif di Bandung," tutur Galih saat ditemui di kampus Fikom Unpad dalam acara Kuliah Foto BDG yang digagasnya, Kamis 8 Desember 2016.

Galih menyoroti komunitas-komunitas fotografi di kampus-kampus di Bandung. Baginya, komunitas fotografi kampus merupakan salah satu aset dalam mengembangkan budaya kreatif di Bandung. Sayangnya budaya berjejaring dan kolaborasi dalam berkarya masih belum kuat.

"Sebagai mahasiswa, pasti banyak keterbatasan, tapi kita harus berangkat dari keterbatasan. Mulai dari hal-hal yang kecil. Ada yang bilang hal kecil yang dikerjakan lebih baik daripada hal besar yang direncanakan. Maka dari itu anak-anak muda harus berarya. Berkolaborasi, berjejaring, itu penting," ucap Galih.

Menurut Galih, kampus-kampus memiliki pekerjaan rumah yang besar bagi para mahasiswanya, yakni meninggalkan jejak bagi kota, sepeninggalnya mereka berkuliah. Artefak tersebut dapat dihasilkan dari proses belajar dan berkolaborasi.

Untuk membentuk iklim kreatif di sebuah kota, mahasiswa memiliki peran yang seksi. Di mana ia memiliki dasar keilmuan dan masih memiliki idealism yang kuat. Selain itu pemerintah, akademisi, media, pebisnis dan masyarakat punya andil besar dalam membangun kota, dengan berkolaborasi membentuk iklim kreatif. (Wibi Pangestu Pratama)***

Baca Juga

Gerombolan Bermotor Anarkis Akan Ditindak Tegas

BANDUNG, (PR).- Kericuhan antarkelompok pemotor yang menyebabkan satu warga terluka, di Jalan Pajajaran, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung, Minggu, 20 Mei 2018 malam, disorot Pemerintah Kota Bandung.

Pakar: WTP Tak Cerminkan Keseluruhan Pemerintahan

BANDUNG, (PR).- Predikat Wajar Dengan Pengecualian yang didapat Kota Bandung untuk Laporan Keuangan Keuangan Daerah tahun 2017 dari Badan Pemeriksa Keuangan dinilai tak mencerminkan kinerja Pemerintah Kota Bandung secara keseluruhan.