Ridwan Kamil: Cuaca Sejuk Bandung Bikin Warganya Kreatif

Ridwan Kamil/HUMAS PEMKOT BANDUNG

BANDUNG, (PR).- Cerita tentang kepemimpinan Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, sampai ke negeri jiran, Malaysia. Sebanyak tujuh orang mahasiswa Universiti Sains Malaysia datang menemui wali kota di kediamannya, Pendopo Kota Bandung, Selasa 22 November 2016, untuk mengetahui bagaimana Ridwan Kamil memimpin kota kelahirannya.

Ketertarikan para kandidat master tersebut terhadap Ridwan Kamil bermula ketika namanya tercantum dalam media massa ternama di Malaysia dengan topik "Mayor Who Transform Bandung Into A Livable and Lovable City". Mereka yang tengah berada di Bandung dalam rangka menjalani program beasiswa pun memanfaatkan kesempatan tersebut untuk bertemu langsung dengan orang nomor satu di Bandung itu.

Para mahasiswa tersebut menitikberatkan pembahasan kepada praktik-praktik dan strategi pembangunan kota yang berkelanjutan dalam berbagai bidang, mulai dari ekonomi, transportasi, pariwisata, hingga budaya. Ridwan pun memaparkan satu-satu kebijakan yang ia jalankan di Kota Bandung.

Ridwan memulai paparannya dengan menjelaskan tentang kondisi alam Bandung yang sejuk dan mendukung aktivitas warganya. Ia mengatakan, cuaca yang sejuk itu membuat warga Bandung lebih sering beraktivitas di luar ruangan.

"Karena sering beraktivitas di luar, maka warga Bandung interaksi sosialnya baik. Oleh karena itu, warga Bandung tumbuh menjadi orang-orang toleran dan ramah," jelas wali kota. Dengan cuaca yang sejuk pula, Ridwan mengungkapkan bahwa warga Bandung lebih kontemplatif. Oleh karena itu, banyak muncul gagasan-gagasan kreatif dari hasil kontemplasi tersebut.

"Di sini kami mengedepankan industri kreatif. Kami tidak punya sumber daya alam. Makanya kita fokus ke sana dalam skala industri mikro, kecil, dan menengah".

Dari segi pembangunan ekonomi, Ridwan melakukan dua strategi, yakni melindungi usaha kecil dengan program kredit melati dan penghapusan izin usaha. Dengan kedua upaya tersebut, dalam enam bulan pertama hadir 30.000 usaha baru yang 65 persennya digagas oleh perempuan. Namun, Ridwan juga tetap mengundang investor-investor skala besar untuk membantu berbagai proyek infrastruktur di kota ini.

Sebagai kota metropolitan, Bandung memiliki satu masalah yang sama dengan Jakarta dan lainnya, yaitu soal pertambahan kepadatan penduduk. Peningkatan populasi inilah awal mula masalah-masalah kota lainnya. "Bandung ini didesain untuk populasi 300.000 orang. Makanya, kota ini mengalami masa keemasannya pada tahun 1920-an di mana Pemerintah Kolonial Belanda menciptakan kota ini sebagai kota dagang dan kota wisata," papar Ridwan.

Mengantisipasi pertambahan jumlah penduduk lebih banyak lagi, kini ia tengah membangun proyek Bandung Teknopolis yang akan memeratakan kepadatan penduduk di wilayah Bandung timur. "Ini untuk mempermudah akses masyarakat terhadap kebutuhannya. Di Bandung Teknopolis nantinya akan ada pusat pemerintahan dan sarana swasta sehingga dapat mengurangi dampak mobilitas di Bandung," ucapnya.

Kebijakan itu dirancang untuk masa depan Bandung agar tetap bisa menjadi kota yang layak untuk ditinggali. "Saya mendesain kota untuk kapasitas 4 juta penduduk. Hal itu harus disiapkan mulai dari sekarang," ucapnya.***

Baca Juga

Pemkot Bandung Mulai Realisasikan Program Kota Tanpa Kumuh

PEMERINTAH Kota Bandung mulai merealisasikan program Kotaku (Kota Tanpa Kumuh). Program tersebut adalah program kerjasma Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) yang bermaksud untuk membangun sistem terpadu bagi penanganan kumuh.

Pemkot Bandung Hibahkan Rp 12,3 Miliar untuk Panwaslu

PEMERINTAH Kota Bandung secara resmi memberikan hibah kepada Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kota Bandung dalam rangka penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2018.

Kini di Yogyakarta Ada Jalan Pajajaran dan Siliwangi

DULU, tak ada jalan bernama kerajaan Sunda di wilayah Jawa, begitu pula sebaliknya. Tapi sekarang, ada Jalan Pajajaran dan Jalan Siliwangi di Provinsi Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta.