Sektor Pariwisata Berpotensi Menjadi Penghasil Devisa Utama Indonesia

Pameran Geoculture/HENDRO SUSILO/PR
MENTERI Pariwisata Arief Yahya menandatangani simbolis pembukaan pameran Geoculture di Lawangwangi Art Space, Desa Pagerwangi, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu 6 Agustus 2016.*

NGAMPRAH, (PR).- Menteri Pariwisata Arief Yahya menyatakan, kekayaan alam dan keanekaragaman budaya di Indonesia merupakan modal besar untuk mendongkrak wisatawan mancanegara. Pihaknya menargetkan, pada 2019 pendapatan dari sektor pariwisata menjadi penghasil devisa utama di Indonesia, mengalahkan devisa dari sektor minyak dan gas bumi.

"Di pariwisata, contohnya cultural dan natural resources kita selalu 20 besar dunia. Namun, ketika potensinya sudah seperti itu tidak kita capitalize untuk menyejahterakan masyarakat, kan sayang," kata Arief, di Lawangwangi Creative Space, Pagerwangi, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, baru-baru ini.

Ia mencontohkan, Korea Selatan sudah mampu menggali potensi budaya untuk menarik wisatawan. Pendapatan pariwisata di Korea Selatan pun sudah melebihi pendapatan dari industri manufaktur. Dengan memproyeksikan bahwa produksi dan harga migas turun dari waktu ke waktu, Arief yakin industri pariwisata bakal segera menjadi sumber devisa utama.

"Targetnya berapa? Target dari presiden, devisa kita di pariwisata naik dari 10 miliar dolar AS menjadi 20 miliar dolar AS. Itu target untuk 2019, kan pemerintahan ini sampai 2019. Jumlah wisatawan mancanegaranya ditargetkan bertambah dari 9 juta orang menjadi 20 juta orang," katanya.

Guna mewujudkan target tersebut, Arief menjelaskan, ada tiga poin penting yang harus diupayakan yaitu product management, costumer management, brand management. "Brand management kita sudah bagus. Branding Wonderful Indonesia posisinya sudah di atas, lebih baik dari Malaysia dan Thailand," ujarnya.

Mengenai destinasi wisata, lanjut dia, tujuan utama para wisatawan mancanegara adalah Bali, Jakarta, dan Kepulawan Riau. Tiga daerah itu menyumbang 90 persen dari total kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia. Saat ini, turis yang mengunjungi Indonesia berjumlah 9 juta orang atau sepertiga dari turis di Malaysia. Kehadiran turis di Indonesia itu menghasilkan devisa sekitar 12,6 miliar dolar AS.

Arief menekankan, pada umumnya wisatawan menyenangi pariwisata geoculture, sehingga pengembangannya ke arah industri diyakini bakal menghasilkan nilai keekonomian yang besar. "Ingat, negara-negara maju yang culture values-nya bagus itu dieksplorasi, dikuantifikasi, atau dikapitalisasi menjadi commercial values. Contohnya, Korea Selatan yang sekarang sudah berhasil menjadikannya culture industry," tuturnya.***

Baca Juga

Ruang Kelas SDN Kedokan Terbatas

100-an SD di Bandung Barat Tanpa Kepala Sekolah

NGAMPRAH, (PR).-Kekosongan posisi kepala sekolah tingkat sekolah dasar di Kabupaten Bandung Barat meliputi sekitar 100 sekolah. Meski begitu, kekosongan tak mudah diatasi.