Polri Buka Pendaftaran, Ini Tips Masuk Jadi Polisi

Ilustrasi Polisi/USEP USMAN NASRULLOH/PR
BERSERAGAM cokelat, menegakkan hukum, menertibkan dan mengayomi masyarakat merupakan cita-cita sebagian muda-mudi di Indonesia. Bergabung jadi anggota Polri konon susahnya bukan main.
 
Lulus SMA sederajat, ingin menjadi brigadir, mereka harus mendaftar terlebih dulu. Setelahnya, tes awal dan rangkaian panjang seleksi penerimaan harus dihadapi. Setiap tahap seleksi akan menggugurkan calon siswa yang tidak memenuhi nilai minimal.
 
Namun, beberapa tips ini mungkin memudahkan untuk lolos seleksi hingga jadi anggota Polri.
 
1. Waktu Pendaftaran
Divisi Humas Polri menginformasikan pendaftaran dimulai 7 April 2016-30 April 2016. Formulir pendaftaran Polri bisa diakses melalui online di situs www.penerimaan.polri.go.id. Setelah isi formulir dan melampirkan berkas, pendaftar akan menerima nomor tes yang diambil di polres asal kota/kabupaten masing-masing.
 
2. Rikmin (Pemeriksaan Administrasi) Awal
Kumpulkan nomor tes ke Polda segera setelah pendaftaran. Panitia akan mengumumkan yang lolos untuk tes berikutnya.
Pendaftar yang tidak lolos biasanya kurang melengkapi berkas, atau tinggi badannya kurang dari 163 sentimeter (untuk lelaki), dan kurang dari 160 sentimeter (perempuan).
 
3. Tes Kesehatan Tahap I
Dalam tes ini, calon siswa diperiksa tampak luar dari ujung rambut sampai kaki. Makanya, saat ikut tes harus prima, tidak sedang kurang enak badan. Cukupkan waktu istirahat dan tidak telat makan. 
 
4. Tes Psikologi
Tes ini menguji pengetahuan kemampuan pribadi. Tipsnya, jadilah diri sendiri. Peserta bisa berlatih dari buku psikotes atau contoh soal di internet. Bahkan, banyak soal latihan khusus seleksi brigadir. Jangan kaget dengan soal 600 pernyataan yang harus dijawab dengan pilihan ya/tidak. Soal ini menyita waktu sekitar 4 jam pengerjaan.
 
5. Tes Akademik
Tes ini meliputi pengetahuan umum, wawasan nusantara, dan wawasan daerah asal calon polisi. Bahasa Inggris pun diujikan.
 
6. Tes Kesehatan Tahap II
Setelah tes kesehatan luar, di tes ini harus menjalani penyakit dalam, tes urine, darah, dan rontgen. Pastikan peserta tidak punya riwayat penyakit dalam dan bukan pengguna narkoba!
 
7. Tes Kemampuan Jasmani
Siapkan fisik untuk seharian melakukan tes lari, shuttle run, pull up, sit up, dan renang. Jadi, harus rajin berlatih, ya.
 
8. PMK (Penelusuran Mental Kepribadian) dan Supervisi
Calon siswa akan diberikan angket untuk diisi sekolah dan kepala desa/lurah. Tentang riwayat selama sekolah dan jadi warga. Makanya calon polisi harus berperilaku baik, di lingkungan sekolah dan tempat tinggalnya.
 
9. Rikmin Akhir
Peserta dikumpulkan untuk mendengarkan resume penilaian keseluruhan dari panitia.
 
10. Sidang Lulus Akhir dari Panitia Penentu Akhir (Pantuhir)
Ini yang ditunggu-tunggu, untuk resmi jadi siswa Sekolah Polisi Negara. Dari selesai mendaftar sampai jadi diterima jadi siswa, waktu yang dihabiskan sekitar 3 bulan. Setelah jadi siswa, untuk menjadi anggota, harus sekolah dulu selama 7 bulan.  Lokasi sekolahnya bisa di SPN Polda masing-masing. Khusus perempuan, dari seluruh Indonesia belajarnya di Sekolah Polwan, Jakarta Selatan.
 
Cukup panjang kan prosesnya? Makanya, calon Polri disarankan punya prima fisiknya, cerdas, cermat, juga serius.
 
Lalu, apakah benar merintis cita-cita jadi Polri juga butuh biaya? Buat apa? Perlukah menyogok agar lulus tes? Baca jawabannya di sini.***

Baca Juga

Korban Penggusuran PT KAI Kembali Unjuk Rasa, Ini Tuntutannya

BANDUNG,(PR).- Puluhan warga Kebon Jeruk Kota Bandung bersama dengan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Anti Penggusuran berunjuk rasa di depan Markas Besar Kepolisian Daerah Jawa Barat, Kamis 23 November 2017.