Ada Kaki Katak Dalam Kemasan Susu, Ini Tangapan Ultrajaya

Ultrajaya, susu, padalarang, kabupaten bandung barat,
CECEP WIJAYA/PRLM
PRESIDEN Direktur Ultrajaya, Sabana memberikan keterangan pers terkait temuan benda asing dalam susu kemasan di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (1/3/2016).*

NGAMPRAH, (PRLM).- Ramainya isu mengenai temuan benda serupa kaki katak dalam susu kemasan membuat Presiden Direktur PT Ultrajaya Milk Industry, Sabana Prawirawidjaja angkat bicara.

Dia meminta agar konsumen menyampaikan keluhan langsung kepada perusahaannya dan tidak menyebarkan isu di media sosial yang belum bisa dipastikan kebenarannya.

"Jika ada keluhan, kami sudah menyediakan layanan konsumen. Jika tidak ditemukan penyelesaian, barulah konsumen bisa melaporkan ke instansi perlindungan konsumen," katanya dalam konferensi pers di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (1/3/2016).

Sejak isu tersebut menyebar di berbagai media, menurut Sabana, masyarakat kian resah dan khawatir untuk mengonsumsi susu kemasan. Hal itu tidak hanya merugikan perusahaannya tetapi juga perusahaan susu kemasan lainnya.

Padahal, menurut dia, susu kemasan yang diproduksi perusahaannya sudah melalui prosedur berstandar internasional dengan teknologi ultrahigh temperature (UHT). Pembuatan susu dalam kemasan tersebut juga hampir semuanya dikerjakan oleh mesin dengan tingkat pengawasan tinggi oleh operator.

"Sebelum dilempar ke pasaran, produk juga diuji terlebih dahulu di lablratorium dan didiamkan selama tujuh hari. Jadi, mustahil ada benda asing yang masuk ke dalam kemasan. Apalagi, ukurannya sebesar kaki katak," katanya.

Ketika ada laporan dari korban, yakni Risna Tresna Sari yang mengadukan Ultrajaya ke Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen Kota Bandung pada 22 Februari lalu, Sabana mengaku langsung menindaklanjutinya. Perusahaannya juga menanggung biaya pengobatan anak korban yang diduga keracunan setelah minum susu tersebut.

Badan Pengawasan Obat dan Makanan, menurut dia, juga melakukan inspeksi mendadak ke perusahaannya sebanyak dua kali setelah kejadian itu. Hasilnya, tidak ditemukan kejanggalan dalam prosedur pembuatan susu kemasan.

"Juga tidak ditemukan adanya benda asing yang masuk ke dalam kemasan susu. Jadi, kami juga tidak tahu dari mana benda itu berasal karena tidak melihat langsung benda itu berada di dalam kemasan produk kami," katanya. (Cecep Wijaya/A-209)

Baca Juga