Laju Pertumbuhan Penduduk Jabar Masih di Atas Standar Nasional

NGAMPRAH, (PRLM).- Laju pertumbuhan pertumbuhan penduduk di Jawa Barat saat ini masih tinggi, yakni 1,7 persen per tahun atau di atas standar nasional 1,4 persen per tahun. Jika tidak dikendalikan, jumlah penduduk Jabar bisa mencapai 2 kali lipat pada 30 tahun mendatang. Hal itu berpotensi menyebabkan berbagai masalah kependudukan, di antaranya kemiskinan.

Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional Jawa Barat Sugilar mengungkapkan, saat ini Jawa Barat memiliki jumlah penduduk terbanyak dibandingkan dengan 33 provinsi lainnya di Indonesia. Pada 2010 lalu, laju pertumbuhan penduduk Jabar mencapai 1,89 persen per tahun.

“Sekarang sudah turun jadi 1,7 persen, tetapi ini masih tinggi. Jadi, harus ada upaya pengendalian laju pertumbuhan penduduk, di antaranya dengan program Keluarga Berencana,” tuturnya di Lembang, Selasa (22/9/2015).

Pertumbuhan penduduk tersebut, kata Sugilar, terjadi akibat tingkat kelahiran dan migrasi. Tingkat kelahiran bisa dikendalikan dengan program KB, sementara migrasi bisa dibatasi dengan regulasi pemerintah.

Pengendalian penduduk dibutuhkan untuk mengantisipasi munculnya berbagai masalah kependudukan, seperti kemiskinan. Saat ini saja, menurut dia, tingkat kemiskinan Jabar cukup tinggi, yakni 9 persen dari total penduduk.

“Pertumbuhan penduduk seharusnya dibarengi dengan peningkatan kualitas manusianya. Jangan sampai tingkat ekonomi, pendidikan, dan kesehatan menjadi lebih buruk seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk,” katanya.

Sugilar juga meminta agar daerah penyangga ibu kota seperti Kabupaten Bandung Barat waspada terhadap tingginya laju pertumbuhan penduduk. Sebab, daerah penyangga bisa menjadi lahan empuk untuk migrasi penduduk dari luar daerah.

“Seperti halnya daerah Bogor, Bekasi, Tangerang, dan Depok yang kini menjadi penyangga ibu kota Jakarta, Kabupaten Bandung Barat juga ke depan akan menjadi tempat migrasi penduduk dari Kota Bandung. Jadi laju pertumbuhan penduduk harus dikendalikan,” tuturnya.

Di wilayah Kabupaten Bandung Barat, saat ini laju pertumbuhan penduduk sangat tinggi, yakni 2,3 persen per tahun. Tingginya pertumbuhan penduduk tersebut sebagian besar disebabkan oleh migrasi.

Wakil Bupati Bandung Barat Yayat Soemitra sebelumnya mengungkapkan, sebanyak 40 persen penduduk KAbupaten Bandung Barat berasal dari luar daerah. “Tingkat migrasi memang cukup besar, sehingga berdampak pada laju pertumbuhan penduduk,” katanya seraya menambahkan, Pemkab Bandung Barat terus menyosialisasikan program KB kepada masyarakat untuk mengendalikan laju pertumbuhan penduduk. (Cecep Wijaya/A-108)***

Baca Juga

Longsor Terjang 5 Rumah, 3 Keluarga Mengungsi

NGAMPRAH, (PR).- Longsor menerjang RT 3, RW 2, Kampung Ciloa, Desa Mekarsari, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat pada Rabu, 3 Januari 2018, sekitar pukul 23.30 WIB.