Berangkat Haji Tergantung Nasab, Nisab, dan Nasib

SOREANG,(PRLM).- Ibadah haji merupakan hal yang unik sehingga seorang Muslim yang berangkat haji tergantung nasab, nisab, dan nasib. Untuk itu, apabila ada calon haji (calhaj) yang ditunda pemberangkatannya untuk tetap bersabar.

"Nisab itu kemampuan untuk berangkat. Alhamdulillah Kab. Bandung saat ini sudah ada 18.211 orang yang mendaftar haji sehingga daftar tunggunya sampai tahun 2021," kata Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) jabar, KH. Sofyan Yahya, dalam pembukaan manasik haji di Masjid Agung Alfathu, Selasa (18/6).

Lebih jauh Kiai Sofyan mengatakan, hal paling kuat adalah nasib karena tidak ada yang bisa menghalangi keberangkatan haji kecuali Allah. "Kalau Allah menunda seseorang berangkat haji, maka tidak ada yang bisa menghalanginya. Calhaj harus sabar karena bisa jadi tahun depan lebih baik kondisinya terutama di Masjidilharam," katanya.

Masjidilharam, kata Kiai Sofyan, sedang direhab besar-besaran sehingga areal sai hanya bisa dipakai di lantai bawah. "Demikian pula dengan tempat tawaf juga sedang diperlebar sehingga jemaah haji kurang nyaman saat beribadah," katanya.(A-71/A-107)***

You voted 'senang'.

Baca Juga

IMAGE 2017, Ajang Investor Timur Tengah Kenali Potensi Jawa Barat 

BANDUNG, (PR).– Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Kementerian Luar Negeri RI menyelenggarakan Indonesia Middle East Annual Gathering on Economy (IMAGE) 2017 dan akan mengambil tempat di Bandung, Ibu Kota Provinsi Jawa Barat pada Minggu-Se