Kol.Pnb. Asep Adang Supriyadi: "The Show Must Go On..."

BANDUNG, (PRLM).- Di hari kedua pelaksanaan Bandung Air Show and Creative Expo 2010 di Landasan Udara Husein Sastranegara diwarnai insiden jatuhnya pesawat aerobatic jenis Super Decathlon dengan nomor registrasi PK-NZP. Pesawat yang dipiloti Capt. Ir. Alexander Supelli itu, jatuh dan meledak di rerumputan samping landasan pacu atau sekitar 500 meter dari tempat pengunjung berada.

Insiden tersebut sempat membuat panik ribuan pengunjung yang sudah memadati lokasi sejak pukul 9.00 WIB. Beberapa pengunjung, khususnya anak-anak kecil, sempat menangis karena kepanikan tersebut. Beberapa orang memilih pulang. Namun sebagian besar lainnya tetap bertahan.

Seorang saksi mata, Fauzan, sempat mengabadikan detik-detik jatuhnya pesawat. Fauzan adalah seorang peserta lomba fotografi dirgantara yang memang digelar untuk meramaikan acara tersebut. ”Malam tadi, saya baru saja nonton cuplikan-cuplikan kejadian pesawat jatuh. Eh, hari ini benar-benar kejadian. Sempat kaget dan tidak percaya juga. Tapi sempat mengabadikannya,” katanya.

Jatuhnya pesawat tersebut, membuat panitia menunda semua penerbangan pada Bandung Air Show. Dengan peristiwa itu, panitia memutuskan untuk menunda semua penerbangan yang rencananya dilaksanakan untuk meramaikan acara. Rencananya hari itu ada atraksi terjun payung, joy flight, helikopter collbri dan trike.

”Kami harus mengevaluasi dulu. Untuk besok, kami belum bisa menentukan apakah ada atraksi penerbangan atau tidak. Nanti kami kabarkan. Yang pasti, BAS masih tetap buka hingga tanggal 26 September mendatang. The show must go on,” kata Komandan Pangkalan Udara Husein Sastranegara Kol. Pnb. Asep Adang Supriyadi.

Meski semua atraksi penerbangan ditangguhkan, tapi kejadian itu tidak membuat jadual penerbangan sipil berhenti. Itu terbukti dari mendaratnya dua pesawat Air Asia beberapa menit usai kejadian. Disusul lepas landas beberapa pesawat lainnya beberapa jam kemudian.

Masyarakat pun tetap antusias mendatangi BAS 2010. Selepas salat Jumat, warga yang datang ke tempat pameran kian banyak. Selain untuk berfoto-foto di depan pesawat, mereka juga ingin melihat secara langsung tempat jatuhnya pesawat. ”Enggak takut. Justru malah penasaran. Ya untuk foto-foto, juga ingin tahu aja jatuhnya pesawat tadi. Lumayan, untuk foto di status,” kata Arnida (16), seorang siswa SMA di Bandung. (A-128/das)***

Baca Juga