Tiga Pemasang Spanduk PKS Disandera 7 Jam

BANDUNG, (PRLM).- Relawan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kab. Bandung Barat (KBB), Abubakar Ernawan, Sabtu dini hari sekitar pukul 02.00 menangkap basah tiga orang yang diduga kader PKS ketika sedang memasang spanduk yang dinilai merugikan pasangan Abu-erna di Kampung Cilumber Desa Cibogo Kec. Lembang, Salah seorang relawan pasangan Abu-erna yang "menangkap basah" itu, Iwan Setiawan, menyebutkan kasus ini sudah dilaporkan ke Panwas Kec. Lembang dan diteruskan ke Panwas Pilbup KBB dan ke penyidik kepolisian. Iwan mengaku curiga ada kegiatan memasang spanduk ketika akan pulang sehabis ngisi bensin. Bahkan ia menahan KTA PKS atas nama salah seorang pemasang spanduk, Asep Harisman (28). Tidak dijelaskan alasan tuduhan black campaign atas spanduk yang tadinya akan dipasang relawan PKS itu dinilai merugikan pasangan Abu-erna.

Yang menarik justru pihak PKS menuduh ada penyanderaan terhadap 3 kadernya. Tim Advokasi Agus Yasmin - Haris Yuliana (Ahlina), M. Juania melaporkan kasus penyanderaan 3 orang kader PKS oleh sekelompok orang, yang salah satunya mengaku Jaenal, menantu Abubakar, ke Polsek Lembang, Sabtu (8/6). Ketiga korban disekap selama 7 jam, mulai pukul 02.00 - 10.00 WIB, di Posko Pasangan Nomor 2 Abubakar-Ernawan (SAE), di Jln. Grand Hotel Lembang. Mereka yaitu , Yudi Suhendar (38), Yogi Grasandhi (24), dan Asep Harisman (28).

Menurut Tim Advokasi Ahlina, R. Suyadi, S.H., ketiga kader PKS itu ditangkap kelompok SAE ketika tengah memasang spanduk yang berisi pesan moral "Ulah Tarima Duit Saeutik, Sangsara Salilana. Tolak Politik Ulang Dina Pilkada Kab. Bandung Barat". Selain disandera, para pelaku juga merusak helm, spion motor, dan merampas 3 buah handphond milik korban serta mengintimidasi korban. Ketiga korban pun dijemput petugas di posko SAE, sekitar pukul 10.00 WIB, setelah dilaporkan ke Polsek Lembang. Untuk itu, mereka mendesak aparat kepolisian segera menindaklanjuti kasus penyanderaan yang merupakan tindak pidana murni. Padahal, spanduk itu tidak mengandung unsur kampanye atau black campaign pada pasangan mana pun. (A/125/A-136/A-122) ***

Baca Juga