Terbaru

  • Bendera Raksasa Dikibarkan di Puncak di Ciremai

    Luar biasa. Sesuai rencana, bendera merah putih sepanjang 1.000 meter berhasil dikibarkan membentang mengikuti alur hampir separuh keliling bibir kawah puncak Gunung Ciremai, Kamis 17 Agustus 2017 pagi.

  • Tol Laut Tekan Ketimpangan Harga Antardaerah hingga 40%

    Program tol laut yang digagas pemerintah pusat dinilai telah mampu menekan disparitas harga barang di sejumlah daerah hingga 40%. Tol laut juga menciptakan stabilitas harga dan ketersediaan barang sehingga harga tidak lagi fluktuatif karena angkutan barang lebih terjadwal.

  • Gagal Mengibarkan Bendera, Seorang Paskibra Kesurupan

    Sebanyak 12 orang anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibra) di Kecamatan Pagelaran pingsan setelah gagal mengibarkan bendera. Salah satu diantaranya, bahkan mengalami kesurupan pada upacara peringatan HUT RI ke-72.

  • bupati bandung barat abu bakar.jpg

    68% Ruas Jalan di Bandung Barat dalam Kondisi Mantap

    Peningkatan infrastruktur fisik yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat mampu meningkatkan rasio kemantapan jalan menjadi 68,42%. Padahal rasio kemantapan jalan mulanya di bawah 40% ketika awal Bandung Barat terbentuk pada 2007 lalu.

  • Manfaatkan Media Sosial Selain Facebook dan Twitter

    Prostitusi Online Perorangan Sulit Ditindak

    Polisi dan pemerintah daerah mengaku sulit menindak para PSK yang menawarkan diri secara online lewat akun media sosial atau aplikasi pesan pribadi lainnya. Sampai hari ini, ternyata belum ada aturan khusus untuk menangani prostitusi online.

BANGUN tidur, saya tidak terus mandi. Ada panggilan telefon. Seorang wartawati di Jakarta minta penjelasan mengenai kata éta. Dia berasal dari Sumatra, dan tak kenal bahasa Sunda. 

Saya tahu kaitannya. Sebaris lirik dari lagu "Khusnul Khotimah" gubahan Opick ditirukan dengan rasa bahasa Sunda, dan mendunia. Apapun bisa jadi viral hari ini, tak terkecuali ungkapan "éta terangkanlah".

Melihat kadar garam yang relatif rendah dibandingkan dengan kandungan garam air laut sebesar 35 gram per liter, maka penambangan garam di zona gunung lumpur tersebut tidaklah ekonomis. Selain itu, posisi garam terjebak di dalam lumpur. Berdasarkan hal tersebut diperkirakan produksi garam Indonesia akan sangat bergantung kepada pembuatan melalui penguapan air laut. Selat Madura sangat potensial, karena diperkirakan terdapat rembesan larutan garam pada dasar selat tersebut sebagai kelanjutan dari gunung lumpur yang berderet dari Bledug Kuwu di Grobogan sampai Sidoarjo di Kabupaten Sidoarjo. Zona ini merupakan zona tertekan atau elisional yang menyebabkan terbentuknya diapir, rembesan lumpur bergaram dan gunung lumpur.

Surat Pembaca

Kolom

PR Info

  • Bhuvana Buka Tahap 2

    JAKARTA - Setelah sukses dengan pemasaran sebelumnya, PT Anugerah Kasih Investama (AKI) Group, melalui anak usahanya PT Sukses Indonesia Anugerah Property (SIAP), kembali membuk

Epaper Pikiran Rakyat